JAWA BARAT

Terapkan Teaching Factory, Kurikulum SMK Bakal Dirombak

Pemerintahan  RABU, 13 FEBRUARI 2019 , 02:29:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Terapkan <i>Teaching Factory</i>, Kurikulum SMK Bakal Dirombak

Ridwan Kamil/Ist

RMOLJabar. Dalam pemanfaatan bonus demografi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana akan merombak kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tidak sejalan kebutuhan ekonomi saat ini.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, SMK menjadi salah satu penyumbang pengangguran terbesar di Jawa Barat.

"Perombakan kurikulum SMK ini, bertujuan agar lulusannya bisa terserap kalangan industri atau perusahaan. Nantinya, kurikulum SMK di Jawa Barat akan dijadikan kemitraan dengan beberapa perusahaan penyedia lapangan pekerjaan," ucap Emil, sapaan akrabnya, Selasa (12/2).

Dikatakan Emil, SMK itu yang mengelola Provinsi seperti gaji guru, subsidi siswa dan lainnya. Namun nantinya, SMK akan bekerja sama dengan berbagai perusahaan untuk masalah kurikulumnya.

"Nanti akan dijadikan kemitraan, jadi asetnya milik Pemprov, gurunya digaji Pemprov, anak-anaknya disubsidi Pemprov, tapi kurikulumnya nanti kurikulum Astra, nanti kurikulumnya kurikulum Indofood dan seterusnya," paparnya.

Menurut Emil, hal itulah yang pihaknya harapkan hadir. Metode Teaching Factory (TEFA), merupakan suatu metoda pembelajaran yang berorientasi produksi dan bisnis.

"Dengan kekuatan Astra yang besar, mayoritas usahanya di Jawa Barat, agar di -match-kan dengan kami problemnya. Maka saya titip jangan sampai siswa/i SMK mendapatkan ilmu untuk tidak bekerja," kata Emil dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar.

Selain itu, Emil menilai di mana pembelajaran melalui TEFA adalah proses penguasaan keahlian atau keterampilan.

"Dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya, untuk menghasilkan produk atau jasa yang dipesan oleh konsumen," pungkasnya. [yls]

Komentar Pembaca