Aksi Mahasiswa di Balikpapan Ricuh, GMNI Cirebon Prihatin

Ragam  KAMIS, 14 FEBRUARI 2019 , 21:50:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Aksi Mahasiswa di Balikpapan Ricuh, GMNI Cirebon Prihatin

Aksi mahasiswa / RMOLJabar

RMOLJabar. Aksi yang dilakukan oleh sejumlah organisasi Cipayung untuk menyoroti kasus korupsi dan banjir di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada tanggal 11 Februari 2019 lalu, menuai kericuhan. Akibatnya, beberapa orang harus dilarikan ke rumah sakit.

Kericuhan berawal saat pihak DPRD Balikpapan enggan menemui aksi massa. Kericuhan antara pihak mahasiswa dan aparat keamanan pun tak terhindarkan. Belasan orang terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit. Mereka yang dilarikan ke rumah sakit diantaranya, 2 orang kader GMNI, 2 orang kader GMKI, 2 orang kader PMII, dan 6 orang kader HMI.

Peristiwa tersebut mendapat keprihatinan sejumlah aktivis kemahasiswaan di tanah air. Salah satunya dari DPC GMNI Cirebon.

"Tindakan represif ini sungguh sangat disayangkan. Aparat yang seharusnya mengayomi masyarakat, malah terjadi tindakan represif sampai dilarikan ke rumah sakit dan tidak sadarkan diri," ungkap Ketua DPC GMNI Cirebon, Abdurrofiq Firmansyah dalam keterangan tertulis kepada RMOL Jabar, Kamis (14/2).
 
Dikatakan, tidak sedikit mahasiswa mendapatkan tindakan represif aparat dan cenderung ke arah tindak penganiayaan terhadap aksi yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa orgnisasi Cipayung.

Padahal, tegas Dia, hak warga untuk menyampaikan pendapat di muka umum dilindungi oleh konstitusi, yakni dalam pasal 28 E UUD 1945 dan UU No. 9 Tahun 1998 tentang menyampaikan pendapat dimuka umum .

"Oleh karena itu, DPC GMNI Cirebon mengutuk keras terhadap aparat keamanan yang terjadi di Balikpapan dalam penanganan aksi dan mengharapkan agar tindakan represif ini tidak terjadi lagi dimanapun berada dalam penanganan unjuk rasa," pungkasnya.(yls)


 

Komentar Pembaca