KABUPATEN BANDUNG BARAT

SDC Jaring 2.000 Pengangguran Bandung Barat

Pemerintahan  SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 12:37:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

SDC Jaring 2.000 Pengangguran Bandung Barat

Muhammad Iqbal Abas/RMOLJabar

RMOLJabar. Melalui program Skill Development Center (SDC), Kabupaten Bandung Barat akan melaksanakan pelatihan kerja bagi 2.000 pengganguran pada Mei 2019.

Melalui program ini,  para pengangguran tidak hanya sekedar mendapatkan pelatihan dan sertifikat namun juga langsung ditempatkan bekerja.

"Sebelum melangkah kesana, terlebih dahulu dilaksanakan pembahasan dengan melibatkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)  Kabupaten Bandung Barat,  Kementerian Perdagangan, sampai Apindo," kata Kasubdit Kesempatan Kerja pada Direktorat Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Muhammad Iqbal Abbas, Selasa (19/2).

Pembahasan dengan melibatkan Apindo, karena perusahaan atau industri yang akan menggunakan jasa peserta pelatihan.  Akan dibahas kompetensi,  skill sampai kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan perusahaan.

"Sehingga ketika melaksanakan pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan," tambahnya.

Diakuinya, antara pengangguran yang menjadi peserta pelatihan dengan jumlah pengangguran yang mencapai 24.866 orang belum seimbang.  Tapi pelatihan dan pemagangan dalam program SDC dilaksanakan secara bertahap.

"Bandung Barat merupakan tujuh daerah di Indonesia yang masuk Program percontohan SDC.  Tapi berdasarkan penilaian kami, Bandung Barat masuk lima daerah yang serius menjalankan program ini. Tentunya ini baik buat pengentasan masalah pengangguran," terangnya.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Bandung Barat, Iing Solihin menambahkan, tingkat pengangguran terbuka lulusan SD dan SMP di Bandung Barat sekitar 7 persen. Dari 2.000 peserta pelatihan termasuk lulusan SD dan SMP.

"Pelatihan akan dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Lembang. Tentunya bagi perusahaan lebih memilih  merekrut lulusan SMA ke atas, makanya bagi lulusan SD dan SMP lebih diarahkan pada pelatihan wirausaha di bidang pertanian,  peternakan,  perikanan dan sebagainya. Sehingga tercipta wirausaha baru yang bisa membuka lapangan kerja baru,"paparnya.[son]

Komentar Pembaca
Wartawan Diselamatkan TNI

Wartawan Diselamatkan TNI

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 12:00:00

Prabowo Tenangkan Pendukung: Kekerasan Jangan Dibalas Kekerasan
Sampai Hari Raya

Sampai Hari Raya

KAMIS, 23 MEI 2019 , 10:00:00