KAI Menjadi Tuan Rumah Kegiatan Jelajah Kebangsaan

Ekbis  SELASA, 19 FEBRUARI 2019 , 12:50:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

KAI Menjadi Tuan Rumah Kegiatan Jelajah Kebangsaan

Dialog Gerakan Suluh Kebangsaan/dok

RMOLJabar. Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Kereta Api Indonesia (Persero) senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan positif yang dapat memajukan dan mencerdaskan bangsa.

Kali ini KAI bekerjasama dengan Gerakan Suluh Kebangsaan mengadakan Jelajah Kebangsaan dengan rute dari Merak ke Banyuwangi,18-22 Februari 2019.

Acara ini merupakan rangkaian dari Kegiatan Gerakan Suluh Kebangsaan yang bertujuan mengajak berbagai elemen masyarakat untuk membangun kesadaran berbangsa dan bernegara dalam rangka memperkokoh NKRI.

Kegiatan dikemas dalam format dialog antara para tokoh nasional yang hadir dengan para peserta yang berasal dari tokoh masyarakat, tokoh agama, seniman, budayawan, akademisi, dan lainnya dengan mengangkat tema 'Mengokohkan Kebangsaan : Merawat Moderasi Beragama'.

Adapun tokoh nasional yang menjadi narasumber adalah Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2013, Prof. Dr. Moh Mahfud MD, Isteri pertama Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid, Ibu Hj. Shinta Nuriyah Wahid dan puteri sulungnya Alissa Wahid, Sri Sultan HB X, Prof. Buya Syafii Maarif, KH Mustofa Bisri, Budayawan dan Rohaniwan Romo Benny Susetyo, Pr., dan lain-lain.

Jelajah Kebangsaan Merak-Banyuwangi akan diadakan di 9 (sembilan) stasiun yang dimulai dari Stasiun Merak, Stasiun Gambir, Stasiun Cirebon, Stasiun Purwokerto, Stasiun Yogyakarta, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Jombang, Stasiun Surabaya Gubeng dan berakhir di Stasiun Banyuwangi.

Para tokoh nasional yang hadir akan menggunakan kereta api khusus untuk menempuh jarak 1.341 KM dari stasiun paling barat di Pulau Jawa hingga stasiun yang berada di paling timur Pulau Jawa selama 5 (lima) hari perjalanan.

"KAI senantiasa mendukung kegiatan yang positif dalam rangka memupuk rasa berkebangsaan Indonesia bagi masyarakat di berbagai kota di Indonesia melalui pendekatan yang ringan, namun kreatif dan membumi," tulis Direktur Utama KAI Edi Sukmoro dalam keterangan tertulis, Selasa (19/2).

Edi berharap, dengan diadakannya kegiatan ini oleh Gerakan Suluh Kebangsaan, dapat menguatkan dan menyebarluaskan semangat positif kebangsaan Indonesia melalui jalur kereta api.

Terpisah, Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Prof. Mahfud MD sangat mengapresiasi atas kerjasamanya, dukungannya dan kepedulian KAI terhadap keutuhan dan kokohnya NKRI. 

Mahfud juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kemajuan KAI yang luar biasa dalam memberikan layanan publik, transportasi massal untuk masyarakat. 

"KAI juga harus kita perkenalkan kepada masyarakat bahwa sekarang KAI itu, karena Indonesia merdeka dan sudah maju, kita punya KAI yang bagus sekarang. Untuk kelas ekonomi masih punya, kelas eksekutif punya. Dan macam-macam, kita sudah punya, tidak kalah dengan negara-negara maju. Juga ketepatan waktunya, KAI sekarang bagus sekali," jelas Mahfud saat di Stasiun Cirebon.

Dia berharap kerjasama KAI dengan Gerakan Suluh Kebangsaan bisa berlanjut terus dalam kegiatan lain demi cita-cita bersama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 

Selain Jelajah Kebangsaan, Gerakan Suluh Kebangsaan juga mempunyai berbagai kegiatan di berbagai provinsi antara lain Sarasehan Kebangsaan dengan tokoh, Dialog Kebangsaan dengan civitas akademika kampus, Dialog Lintas Iman, dan Silaturahmi ke para Kiai. 

"Kita semua gandeng, bukan hanya KAI. Perguruan Tinggi, Pesantren, LSM, kita semua gandeng bersama-sama. Kebetulan sekarang bersama KAI," demikian Mahfud

Hal senada disampaikan Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati. Atas nam pemerintah daerah Kota Cirebon menyambut baik dan menyampaikan apresiasi kepada KAI.

"Ini kegiatan yang kita perlu apresiasi. Pada hari ini adalah sesi yang ketiga setelah Merak, Jakarta dan sekarang di Cirebon," kata Eti

Pihaknya mengajak semua komponen masyarakat menjaga kondusivitas menjelang Pemilu 2019 yang selama ini telah terjaga.

"Mudah-mudahan apa yang disampaikan Prof Mahfud dan narasumber yang lain, kita Cirebon siap memberikan rasa nyaman, aman dan kebersamaan kita sudah terjaga. Saya titip kepada wartawan semua, April 2019 kita jaga kondusivitas," pungkasnya.[son]


Komentar Pembaca