Dibanding Kampaye, Timses Prabowo Sibuk Serang Jokowi

Politik  KAMIS, 21 FEBRUARI 2019 , 17:32:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Dibanding Kampaye, Timses Prabowo Sibuk Serang Jokowi

Dedi Mulyadi /RMOLJabar

RMOLJabar. Pasangan calon presiden nomor 1, Joko Widodo-Ma'ruf Amin terus diserang kubu lawan. Bahkan serangan terhadap pemerintahan Jokowi semakin kencang jelang pencoblosan yang waktunya sekitar dua bulan lagi.

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Amin Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, di sisa waktu yang sudah tidak lama lagi menuju pencoblosan, tim sukses lawan lebih sibuk menjelek-jelekkan Jokowi ketimbang mengampanyekan calon presidennya.

"Itu bagaian dari strategi yang sengaja digunakan lawan yang saat ini merupakan oposisi, setiap langkah pak Jokowi sebagai presiden itu salah dan dijelekan," kata Dedi, Kamis (21/2).

Menurut Dedi, serangan dari lawan atau tim sukses capres nomor memang terus digulirkan begitu kencang. Bahkan, kata dia, saat ini isu-isu yang dilontarkannya tidak mendasar atau labih banyak ngawur.

"Jadi semakin sini, semakin ngawur. Banyak isu-isu yang tidak mendasar. Asal keluar dari mulut saja, tanpa memikirkan aspek-aspek tertentu. Bahkan tidak sesuai dengan fakta," ujar mantan Bupati Purwakarta tersebut.

Terlebih lagi, kata Dedi, kemunculan hoax yang menjadi peluru kubu lawan, sudah tidak bisa dibedakan lagi oleh kaum intelektual. Lanjut Dedi, masyarakat menengah keatas saja sudah tidak bisa lagi membedakan mana fakta mana hoaks. Apalagi masyarakat kecil yang mengamati perguliran informasi tanpa filter.

"Contohnya berbagai berita atau kejadian yang terjadi di luar negeri, dimasukan ke Indonesia. Kejadian di India, dibilang di Sukabumi. Kejadian di Cina, diberitakan di Jawa Tengah," ucapnya.

Menurut Dedi, dari awal pihaknya sudah mengimbau agar pendukung, tim sukses, relawan dan kader partai pengusung, tidak terpengaruh oleh isu-isu serangan dari lawan.

Kata Dedi, biarkan saja hal itu tidak perlu ditanggapi. Namun di lawan dengan kampanye kreatif, mendidik serta berikan informasi keberhasilan Presiden Jokowi.

"Biarin saja, nanti juga mereka cape dan diam sendiri. Kalau sama dilawan, kita menghabiskan energi yang tidak manfaat, maka tetap kampanye positif saja," ujarnya.

Alasan kubu lawan melakukan serangkaian serangan kepada petahana, menurut Dedi, karena calon presiden yang diusungnya tidak memiliki prestasi dan pengalaman istimewa yang berkaitan dengan kepemerintahan.

"Kubu lawan ini sudah mengeluarkan jurus mabuk jadi saya lawan dengan jurus taichi, jadi ikuti saja alurnya kemana tanpa harus menyerang balik," ujar dia.

Dedi menjelaskan, kampaye itu selayaknya mengeluarkan gagasan yang akan dilakukan dan prestasi yang telah dicapai. Bukan saling serang yang berdampak tidak mendidik masyarakat. "Kita pikirkan nasib masyarakat, jangan jadi korban kampaye kepentingan pilpres kali ini," ujarnya.

Kemudian disinggung terkait kampaye Jokowi yang saat ini kurang memberikan harapan kepada masyarakat, Dedi menjelaskan, karena jika pada dulu Jokowi yang menguasai konten dan periode sekarang sebaliknya.

"Lawan yang saat ini menguasai konten, kemudian juga lawan ini sekarang lebih nekad," katanya.

Akan tetapi kata Dedi, Jokowi bukan tidak memberikan harapan. Namun hanya pengemasan saja yang berbeda. Terlebih Jokowi merupakan petahana, sehingga semua yang dikeluarkan olehnya harus diatur berbasis data dan fakta.

"Ini juga bukan persoalan bertahan, namun karena serangan lawan yang sudah tidak jelas dan mendasar cenderung ngawur," ucap Dedi.

Dedi menambahkan, jika boleh dirinya menyarankan, jika ada undangan acara debat tim sukses Jokowi sebaiknya tidak hadir, terlebih jika acara itu sengaja diatur agar petahana terpojok. "Saran saya untuk semua, termasuk elit jangan dilawan biarkan saja," tuturnya.(din)



Komentar Pembaca
#KataRakyat: DPT Bikin Bete!

#KataRakyat: DPT Bikin Bete!

RABU, 20 MARET 2019 , 21:00:00

LBH: Penetapan Tersangka Sopir Tangki Diwarnai Intimidasi
Tiga Kartu Jokowi Untuk Proyek

Tiga Kartu Jokowi Untuk Proyek

SELASA, 19 MARET 2019 , 19:00:00