Pernyataan Menristekdikti Tak Mengajarkan Pendidikan Politik Yang Baik

Politik  JUM'AT, 22 FEBRUARI 2019 , 08:11:00 WIB | LAPORAN: SARIPUDIN

Pernyataan Menristekdikti Tak Mengajarkan Pendidikan Politik Yang Baik

Muhammad Nasir /net

RMOLJabar. Pernyataan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir, terus menuai kritik.

Meski mengajak agar mahasiswa menggunakan hak pilihnya alias jangan golput, Nasir dianggap mengarahkan agar pilihan itu dijatuhkan pada capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin.

Jurubicara BPN Prabowo-Sandi, Handi Risza mengatakan, pernyataan Nasir pada acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Lapangan Renon, Denpasar, itu tidak mengajarkan pendidikan politik yang baik. Apalagi pernyataan Nasir itu seakan-akan menggiring menggiring opini  untuk memilih pasangan Jokowi-Maruf.

Harusnya beliau memberikan contoh dan pendidikan politik yang baik bagi generasi muda, khususnya mahasiswa. Tunjukkan kedewasaan dalam berpolitik,” ucap Handi Risza dikutip Kantor Berita Politik RMOL.

Menurut Handi, Nasir telah menunjukkan ketidaknetralan pejabat publik dalam Pemilu.

"Kalau mau kampanye tidak ada masalah tapi tinggalkan atribut pemerintahan sebagai menteri, silakan Anda cuti dan tidak menggunakan fasilitas pemerintah yang melekat karena jabatan anda," tegasnya.

Meski tidak terang-terangan berkampanye, ia yakin para mahasiswa itu paham yang dimaksud Nasir.

Tapi kami yakin mahasiswa kita tidak bodoh, mereka sudah bisa menentukan mana yang baik bagi masa depan mereka," pungkas caleg DPR dari PKS Dapil I Sumbar ini. (din)



Komentar Pembaca