Distribusi Air Bersih Bangkitkan Sendi Kehidupan Di Gaza

Ragam  JUM'AT, 22 FEBRUARI 2019 , 09:59:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Distribusi Air Bersih Bangkitkan Sendi Kehidupan Di Gaza

Distribusi air bersih di Gaza. /net

RMOLJabar. Badan Mobile Water Tank meliuk di sepanjang jalan Gaza. Pertengahan Februari lalu, ia singgah di salah satu permukiman prasejahtera, mengantarkan air bersih untuk masyarakat Gaza.

Truk besar itu segera diparkir. Lalu relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menarik selang yang terhubung dengan tangki dan menyalurkannya ke penampungan warga.

Di hari berbeda, anak-anak di sekolah dasar, juga menyambut gembira kedatangan Mobile Water Tank.

"Kami sangat berterima kasih kepada ACT, karena telah membelikan kami air bersih dan air minum untuk sekolah kami," ungkap perwakilan salah satu siswa, Jumat (22/2).

Di suatu hari lainnya, bantuan air bersih tiba di klinik-klinik kesehatan di Gaza. Salah satunya pusat medis di Gaza Utara.

"Kami kesulitan mendapatkan air. Sebab, kami harus membelinya dari perusahaan swasta. Kementerian Kesehatan Gaza kesulitan menyediakan air bersih. Kami harus mengisi tangki kami dengan air yang dibeli," ujar salah satu administrasi kesehatan di Gaza Utara.

Hal serupa juga dirasakan sejumlah jemaah masjid. "Saya mewakili jemaah Masjid Al Raudhah mengucapkan terima kasih kepada ACT atas air bersih untuk minum dan kebersihan. Kami berdoa Allah membalas kebaikan para donatur dengan sesuatu yang lebih baik lagi," kata salah satu pengurus masjid.

Mobile Water Tank merupakan program reguler bantuan untuk Palestina. Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR)-ACT, mengatakan, Februari ini hampir setiap hari air didistribusikan ke sejumlah fasilitas umum, seperti masjid, klinik, atau sekolah.

"Waktu distribusi enam hari seminggu. Sekitar 19.400 Jiwa dalam seminggu menerima manfaat air bersih, perorang mendapat sekitar 20 liter air," papar Faradiba dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar.

Air adalah kebutuhan pokok makhluk hidup. Namun di Gaza, air menjadi barang mahal. Tidak semua masyarakat Gaza memiliki sumber air layak konsumsi.

Badan Bantuan dan Pembangunan PBB (UNRWA) mengatakan, tanpa dukungan penuh suplai air dan listrik, Gaza akan segera menjadi wilayah yang tidak layak huni.

"Paling tidak kita akan melihat kerusakan yang begitu parah di segala bidang. Pada 2020, gaza akan menjadi wilayah yang tak layak huni," ujar Adnan Abu Hasna, juru bicara UNRWA untuk Gaza.(din)



Komentar Pembaca
#KataRakyat: DPT Bikin Bete!

#KataRakyat: DPT Bikin Bete!

RABU, 20 MARET 2019 , 21:00:00

LBH: Penetapan Tersangka Sopir Tangki Diwarnai Intimidasi
Tiga Kartu Jokowi Untuk Proyek

Tiga Kartu Jokowi Untuk Proyek

SELASA, 19 MARET 2019 , 19:00:00