Jangan Tambah Beban TNI Dengan Urusan Sipil

Politik  MINGGU, 03 MARET 2019 , 20:06:00 WIB | LAPORAN: SONY FITRAH P

Jangan Tambah Beban TNI Dengan Urusan Sipil

Parade Tank Leopard TNI, Bekas Militer Jerman/net

RMOLJabar. Penolakan terhadap wacana menghidupkan kembali dwifungsi TNI  terus bermunculan dari berbagai kalangan. Salahsatunya datang dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indoensia (KAMMI).

Kami dengan tegas menolak rencana revisi UU TNI ini. Marilah kita tempatkan sebagaimana mestinya. Militer ya harus di area militer, sipil ya di sipil, jangan digabung bisa bahaya," kata Irfan Ahmad Fauzi, Ketua Umum KAMMI di Jakarta, seperti di lansir Kantor Berita RMOL, Minggu (3/3).

Irfan mengungkapkan kekhawatirannya bila upaya merevisi UU TNI benar-benar dilakukan. Dia dan rekannya dari KAMMI tak ingin TNI kembali menempati jabatan sipil seperti jaman Orde Baru.

Kita harus waspada, revisi ini akan mendorong sedikit demi sedikit kembalinya Dwi fungsi ABRI, apalagi kita punya sejarah yang panjang dengan itu," ujar Ketua Umum KAMMI, .

Ketua organsisasi mahasiswa dan kepemudaan yang lahir saat reformasi 1998 bergulir ini kembali mengingatkan, salah satu amanat reformasi adalah menghapus Dwi Fungsi ABRI dalam sistem politik Indonesia.

Kita sudah dengan susah payah memisahkan antara area militer dan sipil. Militer mempunyai kekuatan yang tidak dimiliki sipil. Jadi jangan ditarik-tarik lagi. Bayangkan kalau terjadi apa-apa" imbuhnya.

Menurut Irfan, banyaknya perwira di TNI yang tidak memangku jabatan, tidak bisa dijadikan alasan untuk memberikan keistimewaan untuk menempati jabatan-jabatan sipil. Disisi lain perkembangan teknologi Alutsista dan dinamika politik global maupun regional menuntut TNI harus jadi militer profesional yang selalu siap bertempur kapan dan dari mana pun ancaman keamanan negara datang.

"Saya kira tidak semudah itu, jika karena alasan surplus, lalu kemudian merevisi UU. Tugas TNI adalah di wilayah pertahanan negara, sudah cukup berat. Jangan lagi dibebani untuk mencampuri ranah sipil,” demikian Irfan.[son]

Komentar Pembaca