Tiga Kartu Sakti, Fokus Jokowi Tingkatkan SDM Dan Kesejahteraan Rakyat

Politik  SENIN, 04 MARET 2019 , 07:49:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Tiga Kartu Sakti, Fokus Jokowi Tingkatkan SDM Dan Kesejahteraan Rakyat

Jokowi-Dedi Mulyadi/RMOLJabar

RMOLJabar. Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Maruf Amin Jabar, Dedi Mulyadi mengatakan, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Pra Kerja, dan Kartu Sembako Murah menjadi bukti keseriusan Jokowi dalam upaya meningkatkan SDM dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Mantan Bupati Purwakarta tersebut memastikan, pihaknya telah mengintruksikan semua kader dan relawan untuk memasukan konten kartu sakti dalam kampanye kepada masyarakat. Bahkan, mereka pun telah dibekali semua informasi tentang kartu tersebut secara detail.

Dedi menjelaskan, dalam perjalanan satu periode, Jokowi fokus membangun infrastruktur. Di periode kedua, petahana akan lebih berkonsentrasi pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).

"Ke depan yang diperlukan adalah peningkatan kesejahteraan ekonomi dan sumber daya manusia. Nah, sumber daya itu dimulai dengan menyiapkan kerangka pendidikan yang kuat. SMP, SMA kan gratis, KIP ini bentuk jaminan pemerintah kepada anak muda untuk kuliah," ujar Dedi, di Bekasi, Minggu (3/3) lalu.

Meski dalam praktiknya, Dedi menginginkan infrastruktur perguruan tinggi lebih merata. Salah satu kuncinya adalah BUMN di bidang infratruktur diarahkan untuk membangun perguruan tinggi di berbagai daerah secara merata di kabupaten Kota di Indonesia seperti halnya pembangunan tol di periode pertama Joko Widodo.

"Sehingga minimal kota kabupaten yang penduduknya satu juta, ada universitas. Karena kan biaya perguruan tinggi yang mahal itu bukan biaya kuliahnya, tapi biaya kostnya," ucapnya.

Kemudian, Kartu Sembako Murah itu menurut Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat tersebut, yakni lanjutan dari kemudahan akses beras kepada masyarakat dari pemerintah dengan kualitas premium. Dengan kartu itu masyarakat bisa mendapatkan subsidi serupa untuk komoditas lain, seperti telur atau daging.

Adapun Kartu Prakerja menurut Dedi, bukan diperuntukan bagi sembarang orang yang secara cuma-cuma mendapat gaji. Tapi, kartu ini berlaku bagi mereka yang sudah mengikuti pendidikan ketenegakerjaan di bidang keterampilan memadai, namun masih antre untuk memasuki bursa kerja.

"Saya kan terus ngomong (mengkampanyekan kartu sakti Jokowi). Bisa diliat kan konten konten saya, bicara di berbagai tempat, forum selalu saya sampaikan itu," terangnya.

Disinggung mengenai kritik dari pihak yang menyindir mengenai tiga program tersebut, Dedi memilih enggan mengambil pusing. Baginya, serangan kepada Jokowi lebih disebabkan kebingungan mereka melihat celah kelemahan petahana.

"Biasa aja (jangan kritik berlebihan). (Program Kartu Sakti) Ini saya lihat negara maju melakukan itu kok," katanya.

Ia mencontohkan tentang salah satu serangan yang dilancarkan adalah mengenai harga sejumlah komoditas pangan naik di pasar. Informasi itu merupakan provokasi bersifat hoaks yang dibuat sistemik.

"Kita merasakan loh empat tahun kepemimpinan pak Joko Widodo itu nyaris tidak ada gejolak harga. Kalau misalkan hari raya idul fitri, gejolak harga daging, cabai selama ini terkendali," pungkasnya. [yud]

Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00