Ini Kawasan Di Bandung Yang Masih Jadi Langganan Banjir

Ragam  JUM'AT, 08 MARET 2019 , 07:20:00 WIB | LAPORAN: SARIPUDIN

Ini Kawasan Di Bandung Yang Masih Jadi Langganan Banjir

Banjir di kawasan Kabupaten Bandung/RMOLJabar

RMOLJabar. Bagi warga Kecamatan Baleendah dan Majalaya, Kabupaten Bandung, banjir bukanlah sesuatu hal yang baru. Sebagai kawasan yang berada di bantaran sungai Citarum, setiap tahunnya mereka harus merasakan banjir yang bisa melanda hingga 10 kali.

Dalam beberapa pekan terakhir, warga yang berada di dua kecamatan ini harus kembali merasakan rumahnya terendam banjir.

Bahkan, hujan berintensitas sedang hingga tinggi yang turun sejak Rabu (6/3) kemarin, telah menyebabkan banjir di 12 desa/kelurahan pada 10 kecamatan di Kabupaten Bandung hingga sekarang.

Daerah yang terendam banjir meliputi Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang, Rancaekek, Cileunyi, Majalaya, Banjaran, Cicalengka, Kutawaringin dan Ibun.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, banjir disebabkan luapan Sungai Citarum dan drainase yang tidak mampu mengalirkan aliran permukaan. Tinggi banjir antara 40 cm hingga 280 cm.

Sebanyak 22.105 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dengan sebaran: Kecamatan Baleendah 5.271 KK, Kecamatan Dayeuhkolot 3.005 KK, Kecamatan Bojongsoang 2.370 KK, Kecamatan Rancaekek 3.383 KK, Kecamatan Cileunyi 3.373 KK.

Selanjutnya, Kecamatan Majalaya 1.929 KK, Kecamatan Banjaran 2.414 KK, Kecamatan Cicalengka 85 KK, Kecamatan Kutawaringin 25 KK dan Kecamatan Ibun 250 KK.

Meskipun banjir melanda cukup luas dan rumah warga terendam banjir, namun hanya ada 90 KK atau 283 orang yang mengungsi.

Sebaran pengungsi sebagai berikut, Kecamatan Dayeuhkolot 5 KK/17 jiwa, Kecamatan Baleendah 68 KK/226 jiwa dan Kecamatan Bojongsoang 17 KK/40 jiwa," sebut Sutopo, Kamis malam (7/3).

TRC BPBD Kabupaten Bandung bersama TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, SKPD dan relawan telah melakukan evakuasi korban. Bantuan disalurkan kepada pengungsi.

Sutopo menjelaskan, banjir terus berulang di daerah ini memerlukan penanganan DAS Citarum secara komprehensif. Daerah Baleendah dan sekitarnya merupakan permukiman dan industri yang padat penduduknya. Kondisi topografi cekung dengan dasar Sungai Citarum dangkal karena sedimentasi.

"Seringnya banjir melanda permukiman menyebabkan masyarakat sudah beradaptasi dengan kondisi alam yang ada. Masyarakat sudah menyiapkan perahu dan mengetahui kemana mereka harus mengungsi. Jarang ada korban jiwa meskipun mereka sering dilanda banjir," tutupnya seperti dikutip Kantor Berita RMOL.(din)



Komentar Pembaca