KABUPATEN BANDUNG

Kepala Daerah Harus Perhatikan Perkembangan Posyandu

Pemerintahan  SENIN, 11 MARET 2019 , 22:38:00 WIB | LAPORAN: DILA NASHEAR

Kepala Daerah Harus Perhatikan Perkembangan Posyandu

Wawan Munawar Khalid dan Dadang M Naser/RMOLJabar

RMOLJabar. Para kepala daerah diharapkan dapat memperhatikan perkembangan pos pelayanan terpadu (Posyandu) di wilayahnya. Pasalnya, posyandu merupakan salah satu pintu gerbang untuk program mensejahterakan masyarakat, baik dari sektor kesehatan, ekonomi, sosial serta bidang pendidikan.

Begitu dikatakan Ketua Tim Verifikasi Lomba Posyandu Tingkat Nasional dari Kemendagri, Wawan Munawar Khalid di Soreang, Senin (11/3).

"Saya harap seluruh Bupati dan jajarannya aware mendorong semua pihak termasuk swasta untuk memajukan posyandu agar semakin berdampak positif untuk publik," ungkap Wawan.

Wawan juga mengapresiasi komitmen Bupati Bandung, Dadang M Naser yang telah berupaya memajukan Posyandu. Hal itu seiring terpilihnya Posyandu Teratai Desa Ciwidey sebagai wakil dari Jawa Barat.

"Masuknya Posyandu dari Ciwidey kami melakukan verifikasi langsung untuk memastikan dampaknya ke masyarakat. Setidaknya ada 3 poin yang harus dijalankan input, proses, dan output," tutur Wawan.

Tinjauan langsung ini, lanjut Wawan, untuk memastikan apakah fakta sesuai data yang terima, atau bahkan kondisi lebih bagus. Apalagi sudah ada 27 inovasi yang dilakukan Posyandu Teratai dari Desa Ciwidey ini.

Sebagai informasi, ada sekitar 27 inovasi yang dijalankan di Posyandu Teratai yaitu program BAPER (Baca di Pojok Teratai), Jokerwatan (Pojok Kreatif Wanita Tani).

Selain itu, ada juga Katakar (Kader Tanggap Kebakaran), Posiga (Pojok Siaga Bencana), Kebal Toga (Kebun Balita Toga), lalu Origami (Ojeg Riang Gembira Mitra Posyandu).

Kemudian lahir program Aku Jual Ibu Beli (ambulan khusus jemput dan layani ibu bersalin), hingga program Peda Kadoyan (Pelestarian Budaya Kader Posyandu). [gan]

Komentar Pembaca