JAWA BARAT

Perluasan Tahura Jadi Ekowisata, Masyarakat Masih Bisa Bertani

Ekbis  RABU, 13 MARET 2019 , 20:28:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Perluasan Tahura Jadi Ekowisata, Masyarakat Masih Bisa Bertani

Lianda Lubis

RMOLJabar. Rencana perluasan kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Ir Djuanda semestinya tidak perlu diperdebatkan. Pasalnya, sudah ada aturan yang mengikat soal perluasan lahan Tahura yang masih mengakomodir kegiatan masyarakat.

Begitu disampaikan Kepala Balai Pengelola Tahura Djuanda, Lianda Lubis saat ditemui di Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Rabu (13/3).

"Ini teman-teman di bawah atau di masyarakat itu keburu salah persepsi bahwa begitu ada perluasan Tahura berarti mereka tidak boleh bertani tidak boleh macam-macam," ucap Lianda.

Menurutnya, masyarakat yang memanfaatkan lahan tersebut tidak akan kehilangan kegiatan mereka seperti bertani dan berkebun, selama mengindahkan aturan konservasi.

"Justru dengan adanya tahura itu kita bisa berkolaborasi lebih banyak dan saya juga menawarkan salah satunya kalau memang harusnya tidak diperluas saya diperbolehkan menanam pohon membuat wildlife coridor sampai ke ujung-ujung KBU itu," jelasnya.

Selain itu, tentang kriteria zona pengelolaan Taman Nasional dan Blok pengelolaan Cagar Alam, kata Lianda, peraturan tersebut masih memungkinkan dilakukannya aktifitas pertanian dan perkebunan, yang lazim dinamakan blok informasi.

"Blok informasi itu masyarakat boleh bertani, boleh berdagang, boleh segala macam dan ini untuk ekowisata, KBU juga itu untuk ekowisata, kopi-kopi yang sekarang di tanam itu bukan hanya untuk pertanian tapi untuk ekowisata, begitu kan sebenarnya," terangnya.

Diakui Lianda, kini Tahura mempunyai banyak chanel CSR. Menurutnya, hal itu akan mempermudah masyarakat ketimbang repot-repot mencari modal sendiri.

"Kan pak Ridwan Kamil jago cari CSR, ya kan, kalau itu lewat tahura kan bisa. Jadi penolakan itu saya rasa karena belum ada komunikasi lebih bagus aja dengan saya atau dengan kami dari dinas," tandasnya.[son]

Komentar Pembaca