Pengamat Pendidikan: Program Cawapres Harus Jawab Permasalahan Jangka Panjang

Politik  KAMIS, 14 MARET 2019 , 12:18:00 WIB | LAPORAN: DINNI KAMILANI

Pengamat Pendidikan: Program Cawapres Harus Jawab Permasalahan Jangka Panjang

Ilustrasi Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno/Net

RMOLJabar. Program pendidikan yang ditawarkan kedua calon wakil presiden, mau tidak mau harus menjawab masalah dan harapan yang tertuang dalam rencana jangka panjang.

Demikian dikatakan Pengamat Pendidikan sekaligus Ketua Komisi Informasi Publik Jawa Barat, Dan Satriana, kepada Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (14/3).

"Jadi kita tahu yah siapapun boleh punya program-program tetapi program tersebut harus selaras dengan rencana pembangunan jangka panjang, dalam konteks sekarang adalah kita rencana pembangunan sampai tahun 2025," ujarnya.

Dan mengaku, jika kedua paslon capres-cawapres masih membicarakan persoalan yang sangat populis namum tidak mendasar. Hal itu baginya tidak begitu menarik.

"Seperti soal pembagian kartu Indonesia pintar, ada juga calon presiden yang menawarkan atau menjanjikan pengangkatan guru honorer menjadi ASN," paparnya.

Meskipun, kata Dan, isu populis tersebut ketika dijadikan bahan kampanye akan mudah dicerna, bahkan bisa menarik perhatian masyarakat. Namun, tetap saja hal itu tidaklah substansial. Masalah pendidikan tidak sesederhana itu.

"Yang disampaikan mereka, yaitu apa? Kita sedang berhadapan dengan tingkat globalisasi persaingan-persaingan yang levelnya bukan lagi nasional tapi persaingan dengan negara lain di level internasional," ucapnya.

Dan melihat, saat ini masih terdapat kesenjangan dalam pelayanan pendidikan. Pasalnya pola pendidikan yang diberlakukan seragam. [gan]

Komentar Pembaca
#KataRakyat: DPT Bikin Bete!

#KataRakyat: DPT Bikin Bete!

RABU, 20 MARET 2019 , 21:00:00

LBH: Penetapan Tersangka Sopir Tangki Diwarnai Intimidasi
Tiga Kartu Jokowi Untuk Proyek

Tiga Kartu Jokowi Untuk Proyek

SELASA, 19 MARET 2019 , 19:00:00