Perjalanan Pengisi Suara Film Kartun

Ragam  KAMIS, 14 MARET 2019 , 22:06:00 WIB | LAPORAN: MAHARDIKA

Perjalanan Pengisi Suara Film Kartun

Aji Darmawan Sutanto/RMOLJabar

RMOLJabar. Masa-masa menyenangkan bagi generasi 90-an adalah dimana setiap channel di televisi banyak menghadirkan film kartun.

Bagi kamu yang tidak asing sama film kartun Spongebob, ini nih sosok pengisi suara (Dubber) karakter spon kocak bewarna kuning tersebut.

Dia adalah Santosa Amin, pria kelahiran Cilacap ini bukan hanya mengisi suara dari Spongebob saja loh, Santosa Amin merupakan Voice Aktor Indonesia yang sangat berbakat.

Suaranya mulai terdengar, di tahun 1996 sebagai salah satu karakter di Chibi Maruko-Chan. Pria yang lahir tahun 1974 itu mengawali karirnya sebagai pemain teater di salah satu pementasan di Jakarta pada tahun 1995.

"Awal mulanya hanya mengisi suara karakter kartun seperti Spongebob, Suneo di Doremon dan narasi saja, seiring berjalannya waktu di tahun 2000-an saya mulai dipercaya mengisi karakter nyata seperti mengisi suara di film winter Sonata, kemudian, beberapa film India, Jepang, Telenovela dan sampai saat ini saya mengisi juga di film animasi karya anak bangsa seperti Sapo Jarwo dan beberapa project film di tahun depan," papar santosa.

Eksistensi Santosa semakin dikenal oleh semua penggemar kartun. Sampai saat ini Santosa aktif sebagai Coach dan pembina untuk generasi muda yang ingin menjadi dubber dan salah satu pengagas Asosiasi Dubber yang berada di Bekasi. Keren kan.

Selain Santosa, ada juga nih dubber kawakan yang suaranya selalu terdengar disetiap film kartun maupun film drama dari luar negeri, dia adalah Aji Darmawan Sutanto.

Pria berpengawakan besar ini merupakan pengisi suara Patrict Star di Spongegbob loh. Bukan hanya mengisi suara Partrict saja, pria kelahiran Yogyakarta berusia 43 tahun ini ternyata dipercaya sebagai pengisi karakter kartun lain, seperti Ralph di film Wreck it Ralph, Batman, Amanojaku di Ghost at School dan masih banyak lagi film drama yang juga diisi oleh Aji.

"Perjalanan, menjadi dubber sangatlah panjang. Berawal dari menonton Telenovela sekitar tahun 1994 kemudian saya bertekat mencari studip tempat mengisi suara Telenovela tersebut, setelah dapat dan mulai audisi ternyata menjadi voice actor tidak lah mudah, banyak hal yang harus didalami, seperti penghayatan dan managemen waktu yang dibutuhlkan saat mengisi suara agar pas dengan film yang aslinya," cerita Aji.

Bagi Aji, rasa cintanya dengan profesi yang masih dia geluti sampai saat ini, sangatlah berharga. Dimana suara yang dibentuk haruslah disertai dengan penghayatan karena akan berpengaruh dengan kualitas film yang diubah menjadi bahasa Indonesia.

Aji juga sangat senang banyak sekali generasi muda yang tertarik menjadi dubber, namun jika baru tertarik bagi Aji itu tidak cukup, banyak hal yang wajib dikuasai, yang paling sederhana adalah sikap bertanggung jawab dan konsistensi jangan hanya sekedar meniru tanpa memnggunakan Indraperasa untuk kepekaan mengontrol suara.

"Saya dan teman-teman dubber sangat senang saat ini, dunia voice actor sudah mulai banyak peminat, namun hal tersebut harus juga diperhatikan oleh pihak-pihak lain, seperti pemerintah yang bisa mewadahi dan mempatenkan profesi ini agar bisa diakui oleh masyarakat," ungkap Aji. [aga]


Komentar Pembaca
#KataRakyat: DPT Bikin Bete!

#KataRakyat: DPT Bikin Bete!

RABU, 20 MARET 2019 , 21:00:00

LBH: Penetapan Tersangka Sopir Tangki Diwarnai Intimidasi
Tiga Kartu Jokowi Untuk Proyek

Tiga Kartu Jokowi Untuk Proyek

SELASA, 19 MARET 2019 , 19:00:00