Ridwan Kamil Buka Kontak Bisnis Di Timur Tengah

Pemerintahan  KAMIS, 14 MARET 2019 , 23:16:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Ridwan Kamil Buka Kontak Bisnis Di Timur Tengah

Kunjungan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di kawasan Timur Tengah /istimewa

RMOLJabar. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengambil inisiatif membuka kontak bisnis langsung dengan para pelaku usaha di sejumlah pusat-pusat pertumbuhan ekonomi kawasan Timur Tengah, seperti Marakesh di Maroko, Aljir, Setif, dan Constantine di Aljazair, serta Dubai dan Abu Dhabi di Uni Emirat Arab.

Emil, sapaan akrabnya mengatakan, hal ini didasari oleh aktivitas bisnis luar negeri Indonesia selama ini yang lebih banyak dilakukan dengan negara-negara di kawasan Asia Timur.

"Sementara hubungan usaha dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara masih minim. Padahal potensinya sangat besar," ucap Emil, Kamis (14/3).

Untuk meningkatkan volume sekaligus menyeimbangkan perdagangan antara dua kawasan itu, Emil yang didampingi Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat, Tatan Pria Sudjana, berkali-kali mengadakan temu bisnis dengan sejumlah pelaku usaha dan pimpinan grup perusahaan terkemuka setempat.

Dialog bisnis untuk mengenalkan potensi usaha dan berbagai produk unggulan Jawa Barat, mendapat respons positif dari para calon mitra usaha di tiga negara itu, dan akan disusul dengan agenda pertemuan-pertemuan lanjutan yang lebih teknis.

"Kami memang akan lebih mengorientasikan promosi Jawa Barat, dan pembukaan peluang usaha ke kawasan timur tengah dan Afrika Utara. Potensinya sangat besar. Saya sudah mengetuk pintu ke pemerintahan setempat yang selevel (G to  G) agar peluang usaha terbuka. Tinggal nanti ditindaklanjuti oleh pertemuan teknis antarpengusaha (B to B)," kata Emil.

Emil berharap, dalam waktu dekat Kadin Jabar dapat melanjutkan dengan mengadakan misi dagang yang bisa menghasilkan sejumlah kesepakatan atau kontrak bisnis yang kongkret.

"Sejumlah komoditi unggulan Jawa Barat  berkali-kali ditawarkan kepada sejumlah pengusaha di kota-kota yang dikunjungi. Komoditas kopi dan teh menjadi primadona. Beberapa hasil industri manufaktur unggulan, seperti pesawat terbang buatan PT DI atau persenjataan produk PT Pindad pun dijajakan," paparnya.

Selain itu, sejumlah fasilitas dan infrastruktur pendukung industri, baik yang sudah maupun yang sedang dalam proses pembangunan di Jawa Barat juga dipresentasikan. Salah satunya adalah proyek pembangunan kawasan ekonomi Segitiga Rebana (Cirebon-Patimban-Majalengka).

Kepada para pengusaha di Dubai, Abudhabi, Setif, dan Aljir, Emil memberikan jaminan bahwa menanamkan investasi di kasawan pertumbuhan ekonomi baru itu sangat berpotensi menguntungkan.

"Selain harga lahan dan upah buruh yang masih murah, akses masuk dan keluar barang-barang produksi pun sangat mudah. Di Segitiga Rebana ada pelabuhan Patimban dan bandara Kertajati dengan kapasitas besar," ujarnya dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar.

Menjawab pertanyaan tentang kemudahan lain yang ditawarkan, kata Emil, regulasi untuk membuka dan menjalankan usaha di tempat itu akan dipermudah.

"Berbagai insentif kepada para investor sedang disusun. Tujuannya agar Segitiga Rebana mampu segera menarik investasi dan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di kasawan itu," tandasnya.(din)



Komentar Pembaca
#KataRakyat: DPT Bikin Bete!

#KataRakyat: DPT Bikin Bete!

RABU, 20 MARET 2019 , 21:00:00

LBH: Penetapan Tersangka Sopir Tangki Diwarnai Intimidasi
Tiga Kartu Jokowi Untuk Proyek

Tiga Kartu Jokowi Untuk Proyek

SELASA, 19 MARET 2019 , 19:00:00