KOTA BANDUNG

Grab To Work Dinilai Tidak Adil, Puluhan Pengendara Gojek Gelar Aksi

Peristiwa  JUM'AT, 15 MARET 2019 , 13:06:00 WIB | LAPORAN: RIDWAN ABDUL MALIK

Grab To Work Dinilai Tidak Adil, Puluhan Pengendara Gojek Gelar Aksi

Demo Pengemudi Gojek di Gerbang Balaikota Bandung/RMOLJabar

RMOLJabar. Puluhan pengendara Gojek melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Walikota Bandung. Mereka meluapkan kekesalan karena pemerintah kota Bandung bekerja sama dengan perusahaan transportasi daring (online), Grab alam program Grab to Work.

Komandan lapangan, Ardiansyah mengatakan transportasi online di kota Bandung tidak hanya Grab saja, sehingga pemerintah tidak bisa sewenang-wenang memilih perusahaan Grab untuk menjadi mitra dari pemerintah Kota Bandung tanpa mengajak Gojek melakukan rapat terlebih dahulu.

"Bahwa di Kota Bandung ini terdapat transportasi online, ada Grab, ada Gojek dan lain sebagainya. Yang menjadi kebingungan dari kami adalah ketidakadilan yang terjadi atas keluarnya kebijakan tersebut tanpa adanya rapat terlebih dahulu dengan pihak-pihak lain", ucapnya, Balaikota Bandung, Jumat (15/3).

Ardiansyah meminta, Pemerintah kota Bandung meninjau ulang dan mencabut kebijakan tersebut, karena pihaknya merasa itu tidak mencerminkan keadilan.

"Untuk pemerintah Kota Bandung, bisa mempertimbangkan kembali atas kebijakan yang telah dikeluarkan, kedua mencabut kebijakan tersebut karena menurut kami itu tidak menimbulkan rasa keadilan bagi kami", pungkasnya.

Berikut Empat Tuntutan Aliansi Gojek Kota Bandung:

1. Meninjau Ulang Pemberlakukan Kebijakan tersebut karena tidak adil.

2. Mencabut Kebijakan tersebut dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

3. Mengikutsertakan semua elemen apabila dilakukan pembahasan kebijakan yang serupa.

4. Berlaku Adil pada semua pihak transportasi, apabila dikeluarkan kebijakan pengunaan alat transportasi bagi ASN di Kota Bandung.

Perlu diketahui sebelumnya, para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perhubungan Pemkot Bandung diwajibkan untuk bergabung dalam sosialisasi program tersebut.

Mereka akan dikenai denda sebesar Rp. 50.000 bagi staf dan Rp. 100.000 bagi ASN dengan jabatan struktural jika pergi ke kantor menggunakan transportasi pribadi, transportasi umum dan transportasi online lain selain Grab.[son]

Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00