JAWA BARAT

KAI Launching Dua Kereta Penolong Terbaru

Ekbis  JUM'AT, 15 MARET 2019 , 17:46:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

KAI Launching Dua Kereta Penolong Terbaru

Kereta Penolong KAI/dok

RMOLJabar. PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi meluncurkan Kereta Penolong terbaru di Stasiun Bandung. Satu rangkaian Kereta Penolong tersebut terdiri dari satu unit Kereta Penolong 1 yang berfungsi untuk evakuasi sarana KA dan satu unit Kereta Penolong 2 untuk evakuasi penumpang dan kru KA.

Kereta Penolong versi pendahulunya hanya berfungsi untuk melakukan evakuasi sarana kereta api seperti kereta, gerbong, dan lokomotif ketika terjadi gangguan dalam perjalanan. Sedangkan yang terbaru dilengkapi fasilitas IGD untuk evakuasi penumpang dan petugas yang mengalami luka-luka.

Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro mengatakan, Kereta Penolong terbaru ini diproduksi oleh KAI dengan tujuan agar proses evakuasi lebih cepat apabila terjadi peristiwa luar biasa hebat (PLH).

"Dengan adanya Rangkaian Kereta Penolong terbaru ini memungkinkan proses evakuasi tidak hanya fokus pada penanganan gangguan perjalanan kereta api, akan tetapi perhatian juga diutamakan kepada korban kecelakaan KA atau PLH tersebut, meskipun itu tidak kita harapkan," ucap Edi, Jumat (15/3).

Dikatakan Edi, keunggulan lain Kereta Penolong terbaru ini adalah sudah memiliki tenaga penggerak sendiri. Sebab, pembuatannya menggunakan metode alih fungsi dari KRD (kereta rel diesel).

"Karena kereta tersebut tidak perlu ditarik lokomotif, maka waktu yang diperlukan untuk mencapai lokasi kejadian bisa diminimalisasi. Hal ini dimungkinkan karena persiapan armada untuk diberangkatkan menjadi lebih singkat.," ujarnya.

Secara rinci Edi menjelaskan, Kereta Penolong 1 merupakan kereta yang berisi alat-alat untuk melakukan evakuasi sarana KA (kereta, gerbong, dan lokomotif). Jika terjadi bencana alam seperti longsor dan peristiwa luar biasa hebat (PLH) seperti anjlok, terguling, atau kecelakaan KA lainnya.

"Fasilitas evakuasi tersebut antara lain tabung pemadam (APAR), tangga barang/luncuran, tangga orang, alat pengelasan untuk memotong besi, fasilitas alat ungkit dan alat berat untuk kasus KA yang anjlok," jelasnya.

Sedangkan fasilitas di ruang Kereta Penolong 2, lanjut Edi, yang berfungsi untuk mengevakuasi korban di antaranya ruang obat, ruang kru medis, ruang tindakan yang berfungsi sebagai tempat melakukan tindakan medis seperti operasi ringan dan sebagainya, ruang resusitasi (berfungsi sebagai tempat untuk memberikan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti nafas), ruang pasien, gudang alat kesehatan, dan toilet.

Edi menambahkan, Kereta Penolong ini dalam operasionalnya tidak dipisahkan, namun saat proses evakuasi antara Kereta Penolong 1 dan 2 bisa dipisahkan.

"KAI mencoba untuk terus berinovasi terlebih di sisi keselamatan penumpang maupun kru KA. Hadirnya Kereta Penolong terbaru yang bisa difungsikan sebagai IGD ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu selama proses evakuasi," pungkas Edi.[son]

Komentar Pembaca