Paska Aksi Brutal, KBRI Wellington Pantau Perkembangan WNI

Pemerintahan  JUM'AT, 15 MARET 2019 , 20:17:00 WIB | LAPORAN: DINNI KAMILANI

Paska Aksi Brutal, KBRI Wellington Pantau Perkembangan WNI

Pengawalan saksi di Christchurch tengah, Selandia Baru/Net

RMOLJabar. Kedutaan Besar Republik Indonesai (KBRI) Wellington, terus melakukan komunikasi dengan pihak terkait, terutama pihak kepolisian Selandia Baru. Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan (MFAT) juga turut menghubungi komunitas Indonesia yang berada di Christchurch, serta Persatuan Pelajar Indonesia (PPI).
Hingga saat ini KBRI Wellington terus memantau perkembangan peristiwa penembakan tersebut dari detik ke detik.

Demikian disampaikan Koordinator Fungsi Pensosbud dan Pendidikan KBRI Wellington, Adek Triana Yudhaswari, dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar, Jum’at (15/3).

Triana menuturkan, KBRI Wellington telah menyampaikan edaran yang berisi imbauan kepada seluruh WNI di Selandia Baru untuk terus waspada dan berhati-hati, namun tetap berkegiatan secara normal.

Apabila terdapat perkembangan informasi terkait peristiwa tersebut dan keberadaan WNI, dapat segera menghubungi KBRI Wellington,” ujarnya.

Saat ini KBRI telah menunjuk contact persons untuk dapat dihubungi selama 24 jam. Diantaranya Rendy Ramanda (+6421 1950 980) dan Luth Anugranya (+6422 3812 065).

KBRI telah menugaskan staf untuk berangkat ke Christchurch dan melakukan koordinasi dengan otoritas setempat. Serta memastikan keberadaan dan keselamatan  WNI.

Triana memastikan, KBRI Wellington akan terus memberikan update informasi terkini kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa penembakan terjadi di dua masjid di Christchurch yaitu Al Noor dan Linwood pada tanggal 15 Maret 2019 sekitar pukul 13.40 waktu setempat. 4 orang pelaku (3 laki-laki dan 1 orang perempuan) dikabarkan telah ditangkap, yang salah satunya ditengarai adalah Warga Negara Australia.

Pelaku lain masih dalam pengejaran polisi. Jumlah korban menurut Kepolisian Selandia Baru belum dapat dipastikan dan belum diketahui adanya korban WNI. Sejumlah media memberitakan secara simpang siur jumlah korban yang diperkirakan puluhan orang. [gan]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

KAMIS, 11 JULI 2019 , 04:26:00