KOTA CIMAHI

Di Tingkat Bandar, Harga Bawang Impor Mahal

Ekbis  JUM'AT, 15 MARET 2019 , 20:47:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

Di Tingkat Bandar, Harga Bawang Impor Mahal

Pedagang di Pasar Tradisional Cimindi/RMOLJabar

RMOLJabar. Harga beberapa jenis bawang impor rerata mengalami kenaikan lebih dari 50 persen di tingkat bandar. Kenaikan harga bawang putih dan bombay ini sudah terjadi sebulan terakhir di Pasar Tradisional Cimindi, Kota Cimahi.

Ketua Forum Paguyuban Pedagang Pasar Tradisional Cimindi, Asep Rohendi mengatakan, harga bawang merah yang biasanya didapat dari bandar dengan harga Rp15 ribu/kilogram kini menjadi Rp22 ribu/kilogram. Begitu juga dengan bawang putih yang biasanya didapat dengan Rp17 ribu/kilogram, sekarang jadi Rp25 ribu/kilogram.

"Bawang bombay juga biasanya Rp16 ribu/kilogram, sekarang Rp23 ribu/kilogram. Jadi rata-rata naiknya 50 persen. Paling kerasa sejak sebulan lalu," ungkapnya saat ditemui di Pasar Tradisional Cimindi, Jalan Mahar Martanegara, Jumat (15/3).

Menurutnya, naiknya harga beberapa jenis bawang itu dikarenakan stoknya berkurang. Kemudian bisa juga disebabkan adanya permintaan dari importir atau dari bandar atau bisa juga karena ada permainan kartel.

"Itu untuk bawang putih sama bawang bombay, karena kan keduanya barang komoditi impor," jelasnya.

Lain lagi dengan bawang merah. Menurutnya, kenaikan harga bawang merah jika melihat dari kejadian sebelumnya itu dikarenakan stoknya yang terbatas. Sebab, saat ini belum masuk masa panen.

"Faktor cuaca juga cenderung berpengaruh," ucapnya.

Dengan naiknya harga bawang dari tingkat bandar, otomatis berpengaruh juga terhadap harga di tingkat pengecer atau di pasar tradisional. Para pedagang pun terpaksa juga harus menaikan harga.

Sebab, harga rata-rata bawang merah di Pasar Tradisional per hari ini sudah menyentuh angka Rp32 ribu/kilogram. Sedangkan untuk bawang putih sudah menyentuh angka Rp30 ribu/kilogram.

Yanti (47), salah seorang pedagang komoditi sayuran menuturkan, dengan naiknya harga-harga di bawang di tingkat bandar itu terpaksa ia pun harus menaikan harga jual di pasar. Kondisi itu tentunya berpengaruh terhadap daya beli konsumen.

"Iya ke konsumen pasti berpengaruh. Kalau harga turun biasanya cenderung banyak yang beli, kalau naik ya sebaliknya," tandasnya. [gan]

Komentar Pembaca