KOTA SUKABUMI

Bikin Nyaman, Rest Area Di Terminal KH Ahmad Sanusi Bernuansa Budaya Lokal

Ragam  MINGGU, 17 MARET 2019 , 11:48:00 WIB | LAPORAN:

Bikin Nyaman, Rest Area Di Terminal KH Ahmad Sanusi Bernuansa Budaya Lokal

Bale Haur Koneng/RMOLJabar

RMOLJabar. Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi terus berinovasi. Kali ini terminal yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi itu menyediakan rest area yang tidak biasa. Rest area terminal disana didisain dalam bentuk gazebo-gazebo yang bernuansa kebudayaan lokal.

Area yang dijadikan tempat peristirahatan tersebut berada di tengah-tengah terminal. Area tersebut terdiri dari satu gazebo besar dan beberapa yang mengelilinginya. Tak hanya itu, sekitar area tersebut juga ada tempat tidur menggunakan hammock.

Selain itu, area yang dikelilingi sejumlah pohon-pohon pun semakin menguatkan nuansa Sunda. Apalagi di terdapat patung harimau putih yang melekatkan budaya Pajajaran.

Kepala Satuan Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi, Yukky Rakhmat Yunus mengatakan, pembuatan rest area tersebut untuk melestarikan budaya lokal. Sehingga budaya lokal hilang dari ingatan masyarakat. "Jangan sampai ilang budaya lokal, makanya rest area ini dibuat bernuansa budaya lokal," ujarnya kepada RMOLJabar, Minggu (17/3).

Menurutnya, area yang berada di lahan seluas 2,5 are tersebut bisa dinikmati seluruh masyarakat. Baik pengurus terminal, sopir, dan para penumpang."Tempat beristirahat ini cukup nyaman dan sejuk. Jadi cocok banget bagi masyarakat yang ingin melepas capek setelah perjalanan jauh," ucapnya

Selain itu, terdapat berbagai fasilitas yang bisa digunakan masyarakat. Mulai dari tempat mengisi baterai, wifi gratis, dan terdapat beberapa binatang yang bisa dilihat. "Ada ular, iguana, burung hantu, jenis burung lainnya yang bisa dilihat atau menjadi wahana pendidikan," ungkapnya.

Area istirahat tersebut dinamai Balai Haur Koneng. Penamaan tersebut lantaran bambu yang digunakan menggunakan bambu kuning. "Biasanya gazebo menggunakan bambu hitam, kalau kami sebagian besar pakai bambu kuning. Makanya dinamai Balai Haur Koneng," terangnya.

Menurutnya, proses pembuatan tersebut selama tiga bulan. Anggaran yang digunakan merupakan hasil iuran para pegawai di Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi. "Makanya prngerjaan cukup lama. Karena ini hasil iuran," pungkasnya.[son]

Komentar Pembaca