Teror Christchurch, Intimidasi Massa dan Polusi Citra

Oleh: Arif Hamid Rahman

Sudut Pandang  SENIN, 18 MARET 2019 , 15:13:00 WIB

Teror Christchurch, Intimidasi Massa dan Polusi Citra

Arif Hamid Rahman/Repro

PENEMBAKAN biadab yang dilakukan oleh Brenton Tarrant terjadi di mesjid An-Noor Deans Ave Selandia Baru merupakan duka kemanusiaan dunia, perdana menteri Jacinda Ardern bahkan menyebut serangan biadab tersebut adalah hari terkelam di selandia baru. Ardern menambahkan bahwa penembakan itu adalah serangan teroris terencana dan sistematis.

Aksi terorisme tersebut memberikan pengalaman baru dibenak masyarakat, yaitu pelaku mengunggah secara Live di Facebook aksi biadabnya, selama ini cara pandang masyarakat dunia melihat terorisme selalu menggunakan referensi Framming (pembingkaian berita) yang dibuat oleh media mainstream, maka aksi yang dilakukan oleh Brenton adalah bentuk penyampaian pesan secara langsung (direct message) kepada masyarakat dunia. Media mainstrem tidak memiliki ruang besar untuk memberikan tafsir kronologis aksi terorisme tersebut. Karena semua sudah terekam dalam live video facebook.

Media Sosial khususnya Facebook merupakan alat antar elemen masyarakat untuk berinteraksi, bertukar informasi dan menyampaikan pesan. Brenton melalui facebooknya telah memberikan sinyal pesan ketakutan untuk masyarakat dunia, khususnya kalangan Islamis yang berada di Negara mayoritas non muslim. Dalam kajian sosiologi komunikasi disebut Intimadasi massa. Menakut nakuti massa.

Ada kekhawatiran masyarakat secara psikologis, bahwa teror intimadasi bukan hanya terjadi di kawasan yang sedang berkonflik (beberapa negara di timur tengah) atau negara yang sedang ‘panas’ karena urusan politik. Selandia Baru dan teror Christchurch adalah buktinya.

Intimadasi itu sungguh tidak berfungsi efektif bagi masyarakat Muslim yang memiliki pemahaman nilai keislaman yang paripurna, terorisme adalah perbuatan yang keji tapi bagi muslim yang meninggal dalam keadaan Shalat adalah cita cita agung. Ada prinsip bagi Muslim ‘isy karimaan au muut syahidaan’ hidup mulia atau mati dalam keadaan syahid, maka mereka yang meninggal saat ibadah Jum’at oleh aksi teror di Christchurch adalah Mati dalam keadaan syahid. Mereka adalah Syuhada.

Terorisme dalam ajaran keagamaan dan kebudayaan manapun tidak pernah diajarkan, bahkan dikutuk sebagai ajaran yang jauh dari nilai kebenaran. Selama ini ada tesis bahwa Agama Islam di framming oleh media dan masyarakat dunia sebagai Nilai yang berkembang untuk acuan dalam melakukan aksi teror, maka kejadian di Christchurch menghanguskan tesis tersebut. Terorisme bukan ajaran agama manapun. Misal, Ada dua prinsip besar dlm ajaran Islam dan Kristen, Islam yang Rahmatan Lil Alamien dan Kristen sebagai Agama Kasih. Kedua Prinsip tersebut sungguh menjauhkan ajaran agama dari ajaran terorisme.

Teror Christchurch harus menampar Masyarakat dunia untuk bersikap adil melihat realitas terorisme, tidak terbawa hanyut oleh ragam Citra Terorisme yang sengaja ditempelkan kpd agama tertentu Untuk membuat kegaduhan dan ketakutan. Citra Terorisme yang dinisbatkan kepada agama tertentu adalah Polusi Citra. Udara agama yang sejuk, bersih dan harum jangan diberi polusi.

Salahsatu bentuk perlawanan terhadap orang orang yang terus menerus menyebarkan polusi citra agama tertentu adalah Will Connolly anak muda yang mengkepruk telor ke kepala Senator Australia Frasser Anning, Anning menyebutkan bahwa teror di Christchurch disebabkan program imigrasi yang memungkinkan kaum muslim fanatik untuk berimigrasi ke Selandia Baru. Atau dalam kalimat lain, disebabkan karena bertambahnya Imigran Muslim di Selandia Baru.

Will Connolly secara semiotis ingin menyampaikan pesan dua hal, pertama jangan ada intimdasi terhadap eksistensi imigran Muslim di negara manapun, kedua, jangan memberikan Polusi Citra terhadap Ajaran agama Islam.

Terima kasih, Connolly.

Penulis adalah Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bandung dan Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil I (Kota Bandung-Kota Cimahi).


Komentar Pembaca
Seberapa Kuat Kalian Mau Boikot Rumah Makan Padang?
Jokowi Sulit Menang

Jokowi Sulit Menang

SELASA, 23 APRIL 2019

Hentikan Terorisme!

Hentikan Terorisme!

SELASA, 23 APRIL 2019

Pemilu 7 Tahap

Pemilu 7 Tahap

SELASA, 23 APRIL 2019

Berburu Hantu Di Situng KPU

Berburu Hantu Di Situng KPU

SENIN, 22 APRIL 2019

Sulitnya Mencari Pemimpin Di Era Demokrasi
Jika KPU Tak Netral, People Power Bisa Terwujud
Warga Madura Tawarkan Senjata Untuk La Nyalla

Warga Madura Tawarkan Senjata Untuk La Nyalla

SENIN, 22 APRIL 2019 , 15:00:00

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

JUM'AT, 19 APRIL 2019 , 21:00:00