JAWA BARAT

Resmikan Kantor Baru, Ini Tiga Pesan Ridwan Kamil Untuk Bapenda

Pemerintahan  RABU, 20 MARET 2019 , 00:04:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Resmikan Kantor Baru, Ini Tiga Pesan Ridwan Kamil Untuk Bapenda

Ridwan Kamil/Ist

RMOLJabar. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meresmikan secara simbolis gedung baru kantor Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah wilayah Kota Banjar dan Kabupaten Sumedang, di halaman kantor Bapenda Jabar yang dirangkaikan dengan peresmian Masjid Al Akhyar.

Dari kacamata arsitektur, Ridwan Kamil menilai kedua bangunan kantor Bapenda tersebut terlihat maju dan futuristik.

"Saya lihat arsitektur gedungnya bagus saya nilai 8 sebagai arsitek, ini terasa menjadi negara yang makin maju," ucap Emil sapaan akrabnya, Selasa (19/3).

Namun, yang terpenting menurut Emil adalah pelayanan kepada masyarakat yang harus terus ditingkatkan. Ia berpesan tiga hal kepada jajaran Bapenda di seluruh Jabar.

Pertama Emil meminta Bapenda untuk mengerahkan para ketua RT atau RW melakukan door to door ke rumah warga mengingatkan bagi yang belum membayar pajak. Kedua Bapenda harus sudah tidak ada lagi pelayanan dengan metode transaksi tunai. Semua urusan pembayaran diharuskan secara online.

"Saya tidak mau lagi mendengar ada cerita urusan-urusan masih cash-cash-an," ujar Emil dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar.

Kemudian, walaupun sudah melakukan inovasi pembayaran pajak melalui platform belanja online dan minimarket, Emil tetap menginginkan Bapenda untuk berinovasi lagi menyesuaikan dengan kebiasaan warga. Bila memungkinkan membuat aplikasi cek fisik kendaraan dengan tidak ada pertemuan antara kepolisian dengan wajib pajak.

"Cari lagi platform-platform yang biasa digunakan oleh warga, bahkan cek fisik kendaraan di Kepolisian kalau bisa tidak harus bertemu oleh sebuah cara teknologi, coba kita pikirkan," ungkap Emil.

Saat meresmikan penggunaan masjid Al Akhyar yang berada di halaman kantor Bapenda Jabar, Emil berpesan agar masjid tersebut tidak boleh kosong, harus banyak kegiatan kajian-kajian Islam diluar pelaksanaan shalat.

"Masjid ini harus penuh juga dengan kajian jangan hanya shalat 5 waktu, kan ini pakai uang rakyat jadi Sabtu-Minggu tidak ada dinas masjid harus ramai. Nanti dicari kajian-kajian yang menyejukkan karena konsep Islam Jabar adalah Islam yang ramah," pintanya.

Pembangunan masjid di kantor pemerintahan merupakan salah satu perwujudan visi yang sedang dikejar yaitu mewujudkan Jabar juara lahir batin. [gan]

Komentar Pembaca