Tanggap Darurat Sentani, ACT Dirikan Dapur Umum

ACT  RABU, 20 MARET 2019 , 01:20:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Tanggap Darurat Sentani, ACT Dirikan Dapur Umum

Dapur Umum ACT/Ist

RMOLJabar. Upaya penanganan tanggap darurat bencana banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua, masih berlangsung hingga kini. Selain melanjutkan proses evakuasi korban, Aksi Cepat Tanggap (ACT) juga mulai mengaktivasi dapur umum.

Koordinator Tim Disaster Emergency Response ACT, Lukman Solehudin mengatakan, dapur umum berada di Jalan Merak Kotaraja, Abepura, Jayapura. Abepura dipilih sebagai lokasi dapur umum karena aksesnya yang mudah untuk mencari bahan baku dimasak.

"Di Abepura, mencari bahan baku makanan masih mudah karena tak banyak wilayah yang terendam banjir, tidak seperti di Sentani, di mana kondisinya masih belum kondusif untuk produksi makanan siap santap," ucap Lukman, Rabu (20/3).

Dikatakan Lukman, sejak pagi tim bersama sejumlah relawan lokal yang terdiri dari ibu rumah tangga sudah mulai memasak. Sekiranya ada 300 paket makanan siap santap yang disiapkan untuk para korban terdampak, baik yang bertahan di rumah maupun lokasi pengungsian.

"Kami sangat terbantu juga oleh ibu-ibu di sini, mereka semua yang memasak makanan untuk para korban," kata Lukman.

Setelah prosesi memasak dan pengemasan rampung, tim langsung mendistribusikan paket pangan kepada para korban. Perjalanan dari Abepura ke Sentani memakan waktu sekitar dua jam dengan jarak tempuh sejauh 24 kilometer.

"Kendala juga ada selama perjalanan, banyak titik yang masih tergenang banjir, membuat jalanan jadi macet," ujarnya dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar.

Sejak Senin (18/3) malam, intensitas hujan di Jayapura masih tinggi. "Sempat ada luapan juga semalam, sehingga warga berhamburan ke pengungsian. Namun, kami belum tahu pasti berapa jumlah yang mengungsi, kemungkinan bertambah," terang Lukman.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, tercatat 6.831 orang pengungsi yang tersebar di 15 titik pengungsian.

Sebagian besar pengungsian menggunakan fasilitas umum seperti bangunan sekolah, kantor pemerintahan, hingga hotel. [gan]

Komentar Pembaca
Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00

#KataRakyat: Semangat Nyoblos Karena...

#KataRakyat: Semangat Nyoblos Karena...

RABU, 17 APRIL 2019 , 17:00:00