KOTA SUKABUMI

Ratusan Santri Di Kota Sukabumi Terancam Tidak Bisa Gunakan Hak Pilihnya

Politik  RABU, 20 MARET 2019 , 16:27:00 WIB | LAPORAN:

Ratusan Santri Di Kota Sukabumi Terancam Tidak Bisa Gunakan Hak Pilihnya

Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Alfath KH Fajar Laksana/RMOLJabar

RMOLJabar. Ratusan santri di Pondok Pesantren Dzikir Alfath, Kota Sukabumi, terancam tidak bisa memilih. Pasalnya para santri tidak mendapatkan cukup informasi terkait batas waktu pengurusan pindah lokasi memilih.

Hingga kini para santri itu belum menempuh prosedur pindah lokasi menggunakan hak pilihnya pada 17 April mendatang.  

"Ada sekitar 500 santri di sini yang terancam tak bisa memilih," ujar Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Alfath KH Fajar Laksana, Rabu (20/3)

Padahal, saat ini proses permintaan pindah memilih yang dilayani oleh KPU telah ditutup. Sehingga kecil kemungkinan santri tersebut untuk bisa memilih. "Minta untuk pindah memilih sulit. Sebab udah ditutup oleh KPU pada 17 Maret lalu," ucapnya.

Selain itu, di pesantren tersebut tidak ada sosialisasi dari KPU Kota Sukabumi. Sehingga mereka tidak tahu ada batas waktu pindah memilih. "Kita baru tahu, setelah salah satu santri di sini coba untuk mengajukan pindah memilih. Saat ke KPU katanya sudah tutup," ungkapnya.

Kejadian tersebut, bukan untuk pertama kalinya. Pada lima tahun lalu pun sempat terjadi hal yang sama. "Ini kejadian kali ke dua. Makanya kita sedang konsultasi ke KPU terkait permasalahan ini," terangnya.

Terkait alasan para santri tak bisa pulang, mereka terdapat ada kegiatan yang tak bisa ditinggalkan di pesantren. Selain itu, rumah santri cukup jauh. Bahkan terdapat beberapa santri yang berasal dari luar Kota Sukabumi. "Ada yang berasal dari Bogor, Banten, Bandung, Kabupaten Sukabum, Padang, Bangkabelitung, dan Lampung," pungkasnya.[son]



Komentar Pembaca