Pajak Kosan Di Cimahi Belum Tergali

Pemerintahan  RABU, 20 MARET 2019 , 19:43:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

Pajak Kosan Di Cimahi Belum Tergali

Ilustrasi kosan/Net

RMOLJabar. Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kota Cimahi mengakui, masih ada potensi pajak daerah dari sektor rumah kos yang belum tergali.

"Jadi memang masih ada potensi (pajak) dari rumah kos yang belum tergali," kata Sekretaris Bappenda Kota Cimahi, Ronny Rodjani, yang didampingi Kepala Bidang Penerimaan dan Pengendalian Pendapatan, Lia Yuliawati saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Rabu (20/3).

Untuk menggali potensi pajak dari rumah kos itu, kata Rony, pihaknya bakal melaksanakan sosialisasi. Jika sebelumnya sosialisasi hanya dilakukan kepada pemilik kos sebagai Wajib Pajak (WP), maka sosialisasi tahun ini akan menyasar pula para penghuni kos yang merupakan subjek pajak.

Rencananya, kata mereka, sosialisasi akan dilaksanakan bagi para mahasiswa, yang mayoritas menjadi penghuni rumah kos di Kota Cimahi. Pihaknya bakal menggandeng penyelenggara pendidikan untuk sosialisasi itu.

"Jadwalnya dalam waktu dekat ini kita akan sosialisasi (bagi subjek pajak) rumah kost," katanya.

Dikatakannya, beberapa tahun ke belakang, Bappenda memang mengalami kesulitan dalam penarikan pajak hotel dari sektor rumah kos. Pasalnya, banyak pemilik kos (wajib pajak) yang sudah mengakalinya. Misalnya, hanya membuat kamarnya itu di bawah 1 unit.

Padahal, Undang-undang Nomor 2009 tentang Pajak dan Retribusi Pajak. Dalam aturan itu tercantum bahwa rumah kos yang bisa ditarik pajaknya adalah kosan dengan jumlah kamar lebih dari 10 unit.

WP dalam hal ini pemilik rumah kos dengan jumlah kamar lebih dari 10 dikenakan kewajiban memungut pajak hotel kepada penyewa (subjek pajak) sesuai ketentuan yang berlaku. Hasilnya, disetor ke kas daerah yang akan dipergunakan untuk pembangunan kota.

"Penarikan pajak rumah kos ini dilakukan sejak tahun 2015. Sampai saat ini allhamdulilah wajib pajaknya terus bertambah," ujarnya.

Namun, lanjut Ronny, sekarang ini pemilik rumah kos sudah mulai memiliki kesadaran untuk melaporkan bahwa usaha penginapan rumah kos-nya masuk ke dalam kategori wajib membayar pajak.

"Sekarang kan terus bertambah jumlah wajib pajaknya," katanya.

Rumah kos menjadi salah satu penyumbang dari sektor pajak hotel. Tahun ini, Bappenda Kota Cimahi menargetkan bisa meraih Rp 103.590.780 dari 103 WP rumah kost. Sedangkan target triwulan 1, kara Rony, pihaknya menargetkan raihan pajak rumah kost sebanyak Rp 12.784.861.

"Alhamdulilah realisasinya sudah mencapai Rp 23.697.619," terangnya. [gan]

Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00