Fenomena Start-Up Di Era Revolusi Industri 4.0

Opini  RABU, 20 MARET 2019 , 20:04:00 WIB

Fenomena Start-Up Di Era Revolusi Industri 4.0

Muhammad Suhud Fadil/Dok

SIAPA yang belum pernah mendengar atau menggunakan Facebook? Facebook merupakan salah satu cerita sukses dari sebuah start-up yang dimulai dari Mark Zuckerberg dan kawan-kawannya. Facebook pada awalnya hanya sebuah aplikasi sederhana saja.

Kemudian aplikasi ini menjadi pondasi dari sebuah perusahaan start-up yang berhasil. Mark Zuckerberg menjadi milyarder. Selain itu ada juga kesuksesan dari Twitter, YouTube, PayPal, dan masih banyak lainnya. Maka, banyak orang ingin menjadi pendiri perusahaan start-up agar mampu mencapai kesuksesan dan bisnis.

Perkembangan start-up di Indonesia memang cukup pesat, namun meningkatnya perkembangan jumlah start-up tersebut juga sebanding dengan angka kegagalan yang menimpa startup. Tingginya angka kegagalan start-up di Indonesia menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mendorong tumbuh kembangnya bisnis online.

Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan start-up dalam era ekonomi digital.

Sebetulnya cerita start-up ini bukan cerita baru. Sebelum Facebook ada Google. Sebelumnya lagi ada Netscape, yang memulai boomingnya perusahaan dotcom. Sebelumnya lagi ada Apple Computers, yang berjaya di tahun 80-an dengan personal computer. Atau, Microsoft, yang terkenal dengan softwarenya. Sebelumnya lagi ada Intel, yang bergerak di bidang integrated circuits. Dan masih banyak cerita-cerita lainnya.

Start-up adalah sebuah usaha kewiraswastaan yang biasanya merupakan bisnis baru yang tumbuh dengan cepat dan berkembang pesat yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Dengan mengembangkan model bisnis yang layak seputar produk, layanan, proses, ataupun platform yang inovatif. Start-up biasanya merupakan perusahaan yang dirancang untuk secara efektif mengembangkan dan memvalidasi model bisnis yang skalabel. Inti dari startups sendiri umumnya terkait dengan konsep ambisi, inovasi, skalabilitas, dan pertumbuhan.

Start-up bisnis sebagai organisasi yang dibentuk untuk mencari model bisnis yang repeatable dan scalable. Start-up bukan hanya sekedar perusahaan baru yang memanfaatkan teknologi namun juga mengenai jasa dan gerakan ekonomi rakyat yang bisa mandiri tanpa bantuan perusahaan-perusahaan yang lebih besar.

Beberapa karakteristik dari sebuah perusahaan yang dapat digolongkan sebagai perusahaan start-up diantaranya; Apa Itu Start-up?, Bagaimana perkembangan dunia bisnis Start-up di Indonesia? Diantaranya; (1) Usia perusahaan kurang dari 3 tahun, (2) jumlah pegawai kurang dari 20 orang, (3) pendapatan kurang dari $100.000/tahun, (4) masih dalam tahap berkembang, (5) umumnya beroperasi dalam bidang teknologi, (6) produk yang dibuat berupa aplikasi dalam bentuk digital, (7) biasanya beroperasi melalui website.

Pertumbuhan dianggap sebagai ukuran keberhasilan usaha kecil. Bahwa pertumbuhan adalah tujuan mendasar setiap perusahaan dan diperlukan untuk bertahan hidup. Selain itu, juga menyebutkan bahwa tumbuh dengan cepat sangat penting untuk kelangsungan hidup beberapa start-up.

Penelitian menganggap pertumbuhan finansial dan jumlah pengguna sebagai akar pertumbuhan startup.
Bahwasanya kemajuan start-up ini tidak bisa kita pungkiri dari kualitas SDM itu sendiri. Penentu utama keberhasilan usaha baru berbasis inovasi teknologi ada pada sumber daya manusianya yang meliputi faktor karakteristik pendiri seperti karakter kepribadian, pengalaman, serta pendidikan.

Korelasi antara SDM dan kesuksesan perusahaanpun sudah sering dianalisis dalam literatur (usia, tingkat pendidikan, gender, etnis, dll). Menentukan SDM sebagai salah satu prediktor pertumbuhan kinerja usaha baru, namun dalam penelitian nampaknya SDM tidak mempengaruhi pertumbuhan perusahaan layanan TIK.

Peneliti menemukan adanya hubungan positif antara usia pelaku start-up dengan kesuksesan perusahaan dan dalam beberapa penelitian lain usia terkait dengan tingginya tingkat kualifikasi, yang dianggap sebagai salah satu faktor keberhasilan penting suatu perusahaan baru.

Pendidikan dan pengalaman pengusaha juga menjadi salah satu faktor keberhasilan yang penting terhadap kesuksesan perusahaan baru, terutama ketika pengusaha bekerja di industri yang sama sebelumnya. Pengusaha yang berpengalaman dapat menggunakan pengetahuan wirausaha mereka untuk lebih cepat menyadari ketidaksuksesan dari perusahaannya sehingga tidak ragu-ragu untuk menutupnya ketimbang pengusaha yang tidak berpengalaman.

Maka dari itu berbicara start-up membuktikan bahwa pengalaman kerja merupakan faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan start-up. Usia, latar belakang pendidikan, maupun keterampilan non formal yang diperoleh dengan mengikuti kegiatan inkubator tidak memberi pengaruh terhadap pertumbuhan start-up. Faktanya, dunia bisnis tidak bisa diprediksi sehingga tidak bisa hanya mengandalkan pada teori-teori yang ada.

Memiliki pengalaman kerja akan memberikan nilai positif baik dalam hal membangun keterampilan maupun pengelolaan manajemen sebagai modal dalam menjalankan dan mengembangkan usaha. Dukungan akses internet berkecepatan tinggi dengan harapan dapat mendorong efektifitas dan produktifitas para pendiri usaha berbasis teknologi ternyata
tidak serta merta mempengaruhi pertumbuhan start-up.

Hal ini dikarenakan meskipun ketersediaan broadband dianggap infrastruktur penting, namun pada kenyataannya tidak semua start-up-start-up tersebut sudah benar-benar memerlukan akses internet berkecepatan tinggi. Berada dalam fase tumbuh, start-up belum menaruh perhatian khusus pada faktor keamanan cyber meskipun sudah melakukan upaya-upaya untuk menjamin keamanan. Ketika upaya pengamanan yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kepercayaan pelanggan tidak serta merta dapat meningkatkan pertumbuhan usahanya, hal ini bisa karena memang faktanya kebanyakan pelanggan tidak peduli dengan hal keamanan cyber ini.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan menjadi pangkal persoalan dan bisa jadi hal ini disebabkan masyarakat belum merasakan dampak langsung dari serangan cyber maupun dorongan dari pemerintah yang harus lebih kuat lagi. Karenanya, perlu ada edukasi keamanan cyber bagi masyarakat guna meningkatkan kesadaran pentingnya keamanan dan juga masyarakat harus mampu mengambil peran dan memanfaatkan bisnis online start-up sebagai sebuah inovasi baru di era Revolusi Industri 4.0.


Muhammad Suhud Fadil
Pegiat literasi Kabupaten ciamis

Komentar Pembaca
Jalan Muter-Muter

Jalan Muter-Muter

SABTU, 03 AGUSTUS 2019

Mereka Yang Tak Layak Kembali Masuk Kabinet
Kasus Baiq Nuril dan Pentingnya Paradigma Hukum Progresif
Perguruan Tinggi Asing, Antara Kualitas Dan Pangsa Pasar?
Gadis Jogger

Gadis Jogger

MINGGU, 28 JULI 2019

Babi Gemuk

Babi Gemuk

SABTU, 27 JULI 2019

Prabowo Tawarkan Pertumbuhan Ekonomi Double Digit

Prabowo Tawarkan Pertumbuhan Ekonomi Double Digit

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 22:28:40

Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 14:25:41

Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Gunungpati Semarang
Anies Dan 100 Ribu Bougenville

Anies Dan 100 Ribu Bougenville

KAMIS, 22 AGUSTUS 2019 , 06:16:00

Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad