KOTA SUKABUMI

Ratusan Santri Terancam Tak Memilih, KPU: Kita Akan Kroscek

Politik  RABU, 20 MARET 2019 , 21:09:00 WIB | LAPORAN:

Ratusan Santri Terancam Tak Memilih, KPU: Kita Akan Kroscek

Harlan Awaludin Kahar/RMOLJabar

RMOLJabar. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi akui telah jemput bola terkait pindah memilih ke wilayah khusus, termasuk Pondok Pesantren Al Fath. Apalagi pindah memilih tersebut sudah disosialisasikan KPU sejak tiga bulan terakhir.

"Untuk wilayah khusus, termasuk Alfath kita lakukan jemput bola. Hal itu berdasarkan laporan dari PPS setempat kepada kita," ujar Komisioner KPU Kota Sukabumi, Harlan Awaludin Kahar, Rabu (20/3).

Namun, dirinya mengaku akan mengkroscek ulang data. Terutama yang berada di Ponpes Alfath.

"Ini jadi bahan pertimbangan untuk kami analisis lagi datanya," ucapnya.

Sejauh ini, KPU Kota Sukabumi masih berpatokan pada undang-undang nomor 7/2017 tentang pemilu. Di dalamnya berisi mengenai penyusunan DPTb maksimal 30 hari sebelum pencoblosan.

"Regulasi sekarang, penyusunan DPTb sudah melewati h-30. Kita berpatokan pada undang-undang dulu," ungkapnya.

Sebelumnya, sekitar 500 santri Ponpes Alfath terancam tidak bisa memilih. Hal itu lantaran mereka tidak bisa pindah memilih. Selain itu, mereka mengaku minim mendapatkan sosialisasi dari kPU Kota Sukabumi, sehingga mereka terlambat meminta form A5 untuk pindah memilih.

"Tidak ada sosialisasi kepada kami. Tahu-tahu sudah tidak bisa memilih saja, karena telat laporan," terang Pimpinan Ponpes Alfath, KH Fajar Laksana. [gan]

Komentar Pembaca