Menristek Kampanye Di Kampus, Prodewa Tuntut Bawaslu Bertindak

Politik  KAMIS, 21 MARET 2019 , 08:12:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Menristek Kampanye Di Kampus, Prodewa Tuntut Bawaslu Bertindak

Pemaparan Menristekdikti/Ist

RMOLJabar. Prodewa (Progressive Democracy Watch) sebagai pemantau pemilu mengkritik keras terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh BUMN Goes to Campus di Univesitas Siliwangi Tasikmalaya, Rabu (20/3) kemarin.

Direktur Prodewa, Shabirin Arga menilai, acara yang dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti), M Nasir dan Menteri BUMN, Rini Soemanrno malah dijadikan sebagai ajang kampanye 01. Hal ini menunjukan begitu rendahnya standar moral dan etika seorang pejabat negara yang tidak bersikap netral dalam pemilu.

Lebih mengherankan lagi, sekelas menristekdikti tidak bisa berkomitmen terhadap pernyataannya sendiri. Padahal Oktober 2018 lalu di Kompleks Istana Kepresidenan, dirinya pernah menegaskan kampus harus bersih dari politisasi, calon presiden dan calon wakil presiden tidak boleh berkampanye di kampus.

Arga menyatakan, kegiatan itu sudah jelas melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf h UU Pemilu berbunyi: Pelaksana, Peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.

"Saya berharap kasus ini harus segera ditindaklanjuti oleh Bawaslu Jabar dan berikan sanksi sebagaimana mestinya. Harus ada efek jera kepada siapapun yang melalukan kampaye diluar aturan, kalau Bawaslu tidak tegas dalam hal ini, maka akan banyak pelanggaran-pelanggaran yang terjadi kedepannya," kata Arga dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (21/3).

Arga pun mengajak untuk sama-sama merawat demokrasi dengan baik, sehingga jangan sampai ada yang mencederai panggung pemilu.

"Perlu diingatkan bersama bahwa ini berkaitan juga dengan marwah dan eksitensi Bawaslu sebagai badan pengawas pemilu yang menciptakan pemilu yang bersih dan kondusif," tandasnya. [gan]

Komentar Pembaca