KOTA SUKABUMI

Kampanye Terbuka Rentan Money Politic

Politik  KAMIS, 21 MARET 2019 , 10:24:00 WIB | LAPORAN:

Kampanye Terbuka Rentan <i>Money Politic</i>

Ending Muhidin/RMOLJabar

RMOLJabar. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Sukabumi menekankan pengawasan terhadap money politic dalam kampanye terbuka nanti. Pasalnya, dalam kampanye terbuka sangat rentan adanya money politic.

"Money politic berpeluang besar terjadi. Sebab dalam kampanye terbuka ada penggiringan massa," ujar Ketua Bawaslu, Ending Muhidin di sela-sela kegiatan rakor pengawasan media kampannye dan rapat umum pada pemilu 2019, Kamis (21/3).

Menurutnya, dalam kampanye terbuka, tidak diperkenankan adanya pemberian uang tunai kepada massa yang ikut serta. Pemberian dari peserta politik harus berupa makanan, minuman dan transport saja.

"Jadi peserta pemilu hanya diperbolehkan menyediakan makan dan minum serta bensin atau kendaraannya saja bagi massa yang ikut berkampanye. Jadi tidak boleh berbentuk uang tunai," ucapnya.

Apabila ditemukan pemberian dalam bentuk uang, hal tersebut masuk ke dalam kategori money politic. Bahkan, temuan money politic bisa membatalkan pencalonan.

"Kalau terjadi (money politic) bisa membatalkan pencalonan. Sebab, risikonya sangat besar," ungkapnya.

Tak hanya itu, pelibatan anak di bawah umur pun dilarang. Terutama dalam kampanye terbuka yang akan dilaksanakan pada 24 Maret hingga 13 April.

"Tidak boleh melibatkan anak di bawah umur ketika berkampanye," terangnya.

Oleh karena itu, dirinya meminta seluruh partai politik bisa menaati peraturan yang ada. Sehingga tidak ada yang melanggar dalam setiap kegiatannya.

"Kalau ditaati aturannya, tidak akan ada persoalan, Makanya peserta pemilu harus betul-betul memahami aturannya," pungkasnya. [gan]


Komentar Pembaca