Penggunaan Diksi 'Kartu Pra Kerja' Kurang Tepat

Politik  KAMIS, 21 MARET 2019 , 12:01:00 WIB | LAPORAN: DILA NASHEAR

Penggunaan Diksi 'Kartu Pra Kerja' Kurang Tepat

Dede Yusuf/RMOLJabar

RMOLJabar. Penggunaan diksi 'Kartu Pra Kerja' yang saat ini menjadi salah satu program dari pasangan Jokowi-Ma'ruf di ajang pilpres 2019 kurang tepat. Istilah kartu baru yang diluncurkan untuk modal kampanye itu seperti menggambarkan bakal ada dana yang khusus disiapkan oleh pemerintah kepada para pengangguran (belum bekerja).

Begitu disampaikan Politisi Partai Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi kepada Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (21/3).

"Selama ini program pengangguran dibiayai itu terjadi di negara-negara yang sudah makmur. Bagi negara yang belum makmur kan masih banyak kantong kemiskinan," ujarnya.

Yang perlu diketahui, lanjut Dede, istilah pengangguran itu bukan berarti orang tersebut berkategori miskin. Bisa saja para pengangguran ini dari kalangan mampu akan tetapi belum mendapatkan pekerjaan.

"Jumlah penggangguran itu ada diangka 6 koma sekian juta bahkan hampir 7 juta jiwa. Pengertian 'Kartu Pra Kerja' itu apa diniatkan membiayai pengangguran? Pertanyaannya (sumber) duitnya dari mana?" sindir Dede.

Ketua Komisi IX DPR RI itu juga menangkap ada dua isu yang muncul dari kartu itu. Pertama pembiayaan pengangguran, kedua program itu hanya membalut program yang sejauh ini berjalan melalui keping kartu.

"Sekali lagi (bila pengangguran dibiayai) dana nya dari mana? Karena belum ada pembicaraan sebelumnya. Kalaupun ada harus bicara tahun 2020 nanti. Dan istilah 'Kartu Pra Kerja' kurang tepat," tegas Dede.

Bila perbedaannya hanya dari keping kartu sementara program pelatihan sudah ada, legislator asal Dapil Jabar II itu mempertanyakan tujuannya. Sebab paket pelatihan selama ini pun sudah berjalan.

"Di 2019 sudah teranggarkan Rp2 triliun untuk melatih sekitar 500.000 calon pekerja dan pembangunan BLK. Bila 'Kartu Pra Kerja' sama untuk pelatihan untuk apa? program yang kini ada pun kan begitu," tandasnya. [gan]

Komentar Pembaca
Real Count KPU Lambat!

Real Count KPU Lambat!

KAMIS, 18 APRIL 2019 , 17:00:00

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

Jokowi: Jangan Jumawa, Tunggu Hasil Resmi KPU

RABU, 17 APRIL 2019 , 19:00:00

#KataRakyat: Semangat Nyoblos Karena...

#KataRakyat: Semangat Nyoblos Karena...

RABU, 17 APRIL 2019 , 17:00:00