KABUPATEN BANDUNG BARAT

Ajak Petani 'Ngahiji', Sambutan Menteri Pertanian Dan Bupati Bau Politik

Politik  KAMIS, 21 MARET 2019 , 19:43:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

Ajak Petani 'Ngahiji', Sambutan Menteri Pertanian Dan Bupati Bau Politik

Menteri Amran-Bupati Aa Umbara/RMOLJabar

RMOLJabar. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Bupati Bandung Barat Aa Umbara nampaknya tengah gencar menarik simpati petani dengan program gagasan Presiden RI yang juga capres petahana nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

Nada berbau politik mengarah pada nomor kerap diucap keduanya saat memberi sambutan dalam acara Hari Krida Nasional (HKN) di Komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Ngamprah KBB, Kamis (21/3).

Acara yang disertai bantuan alat pertanian, benih dan bantuan lainnya kepada ribuan petani Bandung Barat ini syarat dengan ajakan jargon politik 'Petani Ngahiji'.

Kata 'Ngahiji' diambil dari bahasa sunda yang berarti Bersatu, keduanya tak segan menekankan kata tersebut dan berulang disebut.

Bupati Aa Umbara di awal sambutannya seperti biasa mengabsen pejabat yang hadir. Namun, kesempatan itu juga tercium tendensius saat Bupati yang juga menjabat Ketua Nasdem KBB itu menyebut kata satu berulang.

"Pak menteri datang satu orang, pak dandim satu orang, pak danrem satu orang. Kemudian pak kapolres satu orang datang, satu persatu. Kenapa pak dirjen ketawa, iya ini datang satu-satu," kelakarnya.

Aa lalu mengajak para petani untuk bersatu dengan cara ngahiji (bersatu). "Bersatu teh kudu (harus) ngahiji. Siap ngahiji?" tanyanya yang disambut kata 'siap' dari tamu undangan.

Tak selesai sampai disitu, Aa menyampaikan harapan dibalut nada politis agar petani Kabupaten Bandung Barat menjadi nomor satu.

"Yang juara mah, juara no berapa? Petani satu," teriaknya.

Disinggung terkait hal ini, kepada wartawan Mentan Amran menampik jika jargon 'petani ngahiji' ajakan berbau politik. Amran dan Aa menjelaskan bahwa jargon itu penyemangat petani agar kompak dan mau bekerja keras menaikan produksi hasil pertanian.

"Maksudnya agar petani itu bersatu, bahu membahu meningkatkan produksi, ini profesional," ujar Amran yang diamini oleh Aa.

Amran memaparkan, bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) yang telah dibagikan selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Amran mengungkapkan bantuan dari pemerintah pusat ke Jawa Barat sejak 2014 telah mencapai Rp 30 triliun. Ia juga menyebut soal bantuan alat mesin pertanian di seluruh Jawa Barat yang nilainya Rp 500 miliar.

"Khusus Bandung Barat bantuan total 4 tahun lebih mencapai total Rp 1,3 triliun, mau ditambah lagi?" ujar Amran. [yud]

Komentar Pembaca