Ketum Partai Kena OTT, Persis: Biaya Pemilu Terlalu Mahal

Politik  KAMIS, 21 MARET 2019 , 20:12:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Ketum Partai Kena OTT, Persis: Biaya Pemilu Terlalu Mahal

Wakil Ketua Umum PP Persis Jeje Zaenudin/Net

RMOLJabar. Wakil ketua umum PP Persis, Jeje Zaenudin mendukung penuh langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menjalankan kewajibannya.

Jeje menilai, kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) salah satu Ketum Partai beberapa hari lalu tidaklah terlalu mengejutkan.

Dirinya menyebut, bahwa rumor tentang praktek jual beli jabatan itu sudah merebak sejak lama sekali, tetapi belum dapat bukti dan faktanya.

"OTT itu hanyalah salah satu momentum pembuktian dan faktanya," ucap Jeje, Kamis (21/3).

Saat disinggung mengenai kaitannya dengan semakin dekat pelaksanaan pemilu, Jeje menyebut hal itu sangat berkaitan erat.

Menurutnya, pesta pemilu raya akan membuka peluang terjadinya berbagai macam transaksi menyimpang dan curang. Meningat begitu mahal biaya dan kerasnya kompetisi.

"Bagi mereka yang punya simpanan kekayaan besar mungkin tidak terlalu masalah. Tetapi bagi mereka yang pas-pasan kontestasi itu menjadi tidak seimbang. Sedang bagi para petahana dan penguasa sangat rawan terjadi penyelewengan kekuasaan dan kewenangan. Termasuk memanfaatkan posisi jabatan untuk menengguk kemenangan dan keuntungan pribadi atau pun kelompoknya," terang Jeje.

Jeje menilai, situasi pemilu berpotensi sangat mendorong terjadinya perilaku dan transaksi koruptif lebih besar lagi dari biasanya terutama pada partai atau orang yang sedang berkuasa.

"Tindakan pencegahan dan penindakan yang dilakukan oleh KPK sangatlah tepat. Demi menyelamatkan pilihan rakyat. Jangan sampai rakyat memilih para wakilnya maupun pemimpinnya yang korup," katanya dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar.

Dirinya berharap, KPK diberi kekuatan untuk terus membongkar, mencegah, dan menindak perilaku korupsi maupun para koruptor sebelum terlanjur mereka dipilih rakyat.

"Mari dukung KPK," tandasnya. [yud]

Komentar Pembaca