Iuran BPJS Kesehatan 84.000 Warga Purwakarta Ditanggung Pemkab

Webtorial  JUM'AT, 22 MARET 2019 , 16:15:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Iuran BPJS Kesehatan 84.000 Warga Purwakarta Ditanggung Pemkab

Anne Ratna Mustika/RMOLJabar

RMOLJabar. Pemerintah Kabupaten Purwakarta anggarkan dana sebesar Rp 14 miliar untuk membayar iuran BPJS Kesehatan puluhan ribu warga.

Demikian disampaikan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika pada kegiatan Gempungan Di Buruan Urang Lembur, di Desa Cilegong, Kecamatan Jatiluhur, Jumat (22/3).

"Dari basis data terpadu Dinsos, Bappeda, dan Disdukcapil kurang lebih ada 84 ribu warga yang didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan," kata Ambu Anne.

Menurutnya, selama ini warga miskin di daerahnya untuk biaya kesehatan ditangani melalui Jaminan Kesehatan Purwakarta Istimewa (Jampis) melalui program berobat gratis. Namun sejak Januari 2019, program Jampis tersebut terintegrasi yang di kelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Yang menjadi fokus utama kami saat ini bagaimana agar masyarakat khususnya yang tidak mampu agar tidak khawatir untuk datang berobat ketika mengalami kondisi sakit," ujarnya

Sekitar 84 ribu warga Purwakarta yang akan di daftarkan dalam program tersebut Ambu menargetkan tahun ini bisa selesai.

"Harusnya hari ini untuk pendaftaran 84 ribu warga tersebut sudah selesai dan dibagikan kartunya, namun penyertaan dana dari provinsi belum masuk ke APBD 2. Kan kita sudah komitmen 60 persen dari APBD 2 dan 40 persen dari provinsi Jawa Barat. Nah yang 40 persen yang kurang lebih 30 ribu warga itu tercancel karena belum ada dana dari provinsi tersebut," kata Ambu.

Ia berharap, mudah-mudahan di akhir tahun ini yang 40 persen atau sekitar 30 ribu warga miskin yang sudah terdata tersebut bisa segera terdaftar di BPJS Kesehatan.

"Ya kita tunggu saja, janjinya kan akhir tahun ini dana dari provinsi Jawa Barat tersebut sudah masuk. Karena hal itu sebagian penerima manfaat tercancel, jadi kalau mereka sakit belum di cover Jampis JKN-KIS tersebut," kata Anne.

Sementara, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Adiwan Qodar mengatakan, bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) memiliki beberapa jalur pendaftaran diantaranya seperti BPJS Mandiri dan PBI (Penerima Bantuan Iuran).

"Penerima Bantuan Iuran (PBI) merupakan program khusus bagi masyarakat miskin atau yang tidak mampu, pendaftaraanya dilakukan melalui Pemkab atau Dinsos," katanya.

Menurutnya, bahwa komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta sangat baik dalam mendukung program nasional khususnya jaminan kesehatan.

"Beliau optimis walaupun saat ini Kabuapten Purwakarta belum seluruh penduduknya memiliki jaminan kesehatan, tetapi dengan komitmen yang sangat baik tersebut maka Univiesal Health Coverage (UHC) akan segera terwujud di Kabupaten Purwakarta," ujarnya. Adv/RMOLJabar


Komentar Pembaca