KOTA CIREBON

Amankan Pemilu, Ribuan Aparat Gabungan Diterjunkan

Politik  JUM'AT, 22 MARET 2019 , 21:05:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Amankan Pemilu, Ribuan Aparat Gabungan Diterjunkan

Wali Kota dan unsur pimpinan Kota Cirebon/RMOLJabar

RMOLJabar. Ribuan aparat gabungan, mulai dari TNI, Polri, Sipil (Linmas) dan unsur lainnya siap diturunkan untuk pengamanan pemilu 2019 pada 17 April 2019 mendatang di Kota Cirebon.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Upacara Gelar Pasukan (Mantap Praja) Pengamanan Kampanye Terbuka dan Menjelang Pemungutan Suara Pemilu 2019 di Alun-Alun Kejaksan Kota Cirebon, Jum'at (22/3).

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis mengatakan, dirinya merasa optimis dan berkeyakinan pemilu 2019, baik Pileg, Pilpres maupun Pemilihan Anggota DPD RI di Kota Cirebon dapat berjalan dengan tertib, aman dan tanpa ekses apa pun.

"Kesiapan yang telah ditunjukkan oleh TNI-Polri itu membuat masyarakat Kota Cirebon itu, insya Allah merasa tentram. Karena TNI dan Polri selaku garda terdepan di dalam pengamanan, dengan didukung penuh oleh Ormas dan oleh semua komponen masyarakat di dalam mengamankan Pemilu legislatif dan Pemilu Pilpres ini, insya Allah Kota Cirebon akan meraih hasil yang maksimal," kata Azis.

Hasil maksimal yang dimaksud, terang Azis, diantaranya adalah keamanan dan pemilu dapat berjalan secara jujur, adil dan aman.

"Melalui Gelar Pasukan dan kegiatan-kegiatan yang terjadi di seluruh Indonesia," ujarnya.

Di saat yang sama, Azis mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati di dalam menerima segala sumber informasi. Terutama tentang masifnya peredaran berita-berita hoax, berita bohong dan berita yang mengundang dan mengandung kebencian dan adu domba.

"Kita ini adalah saudara," tegas Azis.

Namun, berbekal pengalaman dari pemilu ke pemilu di Kota Cirebon yang selalu aman, damai dan tertib, Azis yakin pemilu 2019 pun dapat berjalan dengan baik. Hal itu lantaran kedewasaan berpolitik masyarakat Kota Cirebon memang sudah teruji dan warganya sangat cerdas.

"Jadi kesiapan inilah yang akan menjamin masyarakat. Oleh karena itu saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Cirebon yang telah memiliki hak pilih, itu untuk kemudian datang ke TPS-TPS, jangan sampai ada rasa apa pun, karena negara menjamin keamanannnya," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy menyatakan, Apel Gelar Pasukan Mantap Praja 2019 dimaksudkan untuk mengecek dan melihat kesiapsiagaan personil yang telah ditugaskan untuk mengamankan Pemilu 2019.

Dikatakan Roland, ada sekitar 5 ribu lebih personil yang diturunkan. Diantaranya, dari jajaran Polres Ciko sebanyak 700 personil, dari Polda Jabar diturunkan bantuan 120 personil, untuk dari TNI sebanyak 100 personil, dan juga ada sekitar 4.100 personil dari Linmas.

"Sehingga total itu, pengamanan kita sebanyak 5.200 personil," bebernya.

Roland menegaskan, pengamanan pemilu 2019 menjadi tanggung jawab semua elemen. Tak hanya aparat, baik TNI maupun Polri, tetapi juga menjadi kewajiban bersama unsur sipil (masyarakat).

Menurut hasil identifikasi, lanjut Roland, Polres Ciko mendata beberapa tempat dan situasi tertentu, potensi kerawanan pemilu 2019 di Kota Cirebon. Pihaknya membagi potensi kerawanan itu menjadi 3 kategori, yakni kurang rawan, rawan dan sangat rawan.

Kategori pertama, kurang rawan, jelas Roland, berada di semua TPS. Kedua, rawan, di sejumlah TPS yang pernah terjadi PSU pada Pilkada 2018 kemarin. Adapun, kategori ketiga, sangat rawan, Roland menyebutnya berada di 2 TPS.

"Untuk yang sangat rawan kita identifikasikan terdapat di 2 TPS, di Lapas dan Rutan Cirebon," tuturnya.

Senada dengan Wali Kota, orang nomor 1 di jajaran Mapolres Ciko ini meminta kepada masyarakat di wilayah hukum Cirebon Kota untuk bersama-sama menjaga kamtibmas. Serta tidak mudah menjadi korban berita hoax yang mengandung unsur SARA, kebohongan dan konflik.

"Kami imbau juga kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, tidak mudah untuk menyebarkan berita-berita bohong atau hoax, filter segala informasi-informasi yang didapatkan, baik dari grup ataupun dari personal, dicek kembali kebenarannya sebelum disebarkan ke yang lain," tandasnya. [gan]

Komentar Pembaca