JAWA BARAT

Dongkrak PDRB, Pengelolaan Lokasi Wisata Mesti Diperhatikan

Pemerintahan  SABTU, 23 MARET 2019 , 01:58:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Dongkrak PDRB, Pengelolaan Lokasi Wisata Mesti Diperhatikan

Forum Perangkat Daerah Program Kepariwisataan dan Kebudayaan/RMOLJabar

RMOLJabar. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Forum Perangkat Daerah Program Kepariwisataan dan Kebudayaan Tahun 2019, di Luxton Hotel and Convention, Jl. R.A. Kartini No. 60 Cirebon.

Dalam arahannya, Iwa menginginkan pariwisata di Jawa Barat lebih berkembang. Menurutnya, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di beberapa Kabupaten/Kota tergolong rendah meski memiliki potensi pariwisata yang cukup besar.

Hal tersebut karena kurangnya dukungan infrastruktur seperti akses jalan, transportasi dan petunjuk arah mencapai lokasi yang terintegrasi di lokasi-lokasi wisata. Promosi yang dilakukan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota juga belum maksimal.

"Pengelolaan destinasi wisata yang kurang profesional, hingga masih adanya pungli dan pungutan berganda di lokasi wisata," ucap Iwa, Sabtu (23/3).

Selain itu, lanjut Iwa, ada pula faktor penghambat lain seperti eksploitasi situasi di lokasi wisata, masih rendahnya perlindungan dan apresiasi terhadap budaya lokal, kurang optimalnya promosi budaya lokal di dalam dan luar negeri, serta kuatnya pengaruh budaya asing terhadap budaya lokal Jawa Barat.

"Maka dari itu, pengelolaan lokasi wisata harus benar-benar diperhatikan. Termasuk rencana revitalisasi alun-alun di berbagai daerah. (alun-alun) Ini cukup menarik minat wisatawan," kata Iwa.

Sementara itu, Bupati Cirebon Dicky Saromi, mengatakan, saat ini telah terjadi sebuah fenomena perubahan pola konsumsi masyarakat ke arah leisure economy.

Di mana dahulu wisata hanya dinikmati masyarakat kalangan menengah atas, tetapi sekarang kalangan menengah ke bawah pun sudah mulai merencanakan perjalanan wisata. Tidak hanya wisata, fenomena ini juga meliputi konsumsi kuliner dan hiburan lainnya.

"Dulu wisata hanya berlaku bagi masyarakat kalangan tinggi, sekarang semua kalangan sudah mulai merencanakan wisatanya," ujar Dicky.

Dikatakan Dicky, dukungan infrastruktur seperti transportasi dan akses jalan menuju lokasi wisata sangat penting untuk diutamakan. Seperti pembangunan jalan tol yang sudah dirasakan dampak positifnya terhadap pendapatan Kabupaten Cirebon.

"Pendapatan dari pajak Horehi (Hotel-Restoran-Hiburan) Cirebon meningkan secara signifikan, karena akses yang baik ke arah Cirebon," tandasnya. [gan]

Komentar Pembaca