Warganet Dan Jenderal Tito Selamatkan Demokrasi

Politik  SABTU, 23 MARET 2019 , 14:30:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Warganet Dan Jenderal Tito Selamatkan Demokrasi

Jenderal Tito Karnavian/net

RMOLJabar. Gerakan tagar #INAelectionobserverSOS yang digaungkan oleh netizen Indonesia, mendapat apresiasi Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan

Berawal dari khawatir sebagian kalangan atas banyaknya pelanggaran aturan pemilu secara sistematis dan vulgar yang dilakukan oleh salah satu kubu peserta Pilpres tagar ini mencuat jadi trending twitter dunia.  Tagar itu sejatinya adalah gerakan yang meminta pengawas atau pemantau asing untuk ikut memantau proses pesat demokrasi Indonesia yang bakal dihelat pada 17 April 2019 nanti.

Tak hanya mengapresiasi warganet,  Syahganda juga mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mengeluarkan surat Kapolri yang meminta kepada jajaran Polri untuk menjaga netralitas korps baju cokelat.

"Terkait keluarnya surat Kapolri KS/Den-CO4/III/2019/Ditprovam tanggal 20 Maret 2019 kepada seluruh jajaran kepolisian agar bersikap netral pada pilpres 2019 harus diapresiasi sebagai respon positif Prof Tito Karnavian atas suara yang berkembang di masyarakat," kata Syahganda seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (23/3).

"Dengan netralitas polisi, diharapkan demokrasi yang sudah berlangsung selama 20an tahun dapat diselamatkan," imbuhnya. [son]

Komentar Pembaca