Jelang Pemilu 2019, Tokoh Lintas Agama Cirebon Gelar Kirab Dan Doa Perdamaian

Politik  SABTU, 23 MARET 2019 , 17:24:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Jelang Pemilu 2019, Tokoh Lintas Agama Cirebon Gelar Kirab Dan Doa Perdamaian

Doa dan Kirab Perdamaian/RMOLJabar

RMOLJabar. Pemilihan Presiden (pilpres) dan Pemilihan Legislatif (pileg) atau pesta demokrasi menjadi alat untuk mewujudkan persatuan bangsa. Karena pesta demokrasi memilih pemimpin yang akan menjaga persatuan Negara.

"Moment bersejarah ini, menandai bukti semangat baru kita. Untuk menyatukan diri dalam harmoni kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dalam bingkai kesatuan NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan berpancasila," kata Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati saat kirab budaya dan doa perdamaian yang digelar masyarakat multietnis di Keraton Kacirebonan hingga Keraton Kasepuhan, Sabtu (23/3).

Dalam acara yang dihadiri Sultan Sepuh Kasepuhan XIV, PRA Arief Natadiningrat dan ribuan masyarakat Cirebon itu menyerukan perdamaian dari Cirebon untuk Indonesia damai dalam bingkai persatuan.

Dikatakan Eti, kegiatan ini tidak memihak satu golongan atau partai apapun tapi justru mempersatukan semua komponen bangsa.

"Secara khusus saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas penyelanggaraan acara ini. Terima kasih tak terhingga kepada Sultan Sepuh ke XIV Keraton Kasepuhan, Sultan Kanoman, Sultan Kecirebonan, tokoh agama, pemuka agama, TNI/Polri, panitia sedulur kabeh, lintas agama dan semua komponen masyarakat," kata Eti.

Sementara, Sultan Arief menjelaskan, Cirebon itu berasal dari multi etnis dan begitu pula Indonesia. Sejak jaman Sunan Gunung Jati semua itu bersatu padu dan saling menghargai sehingga membentuk pemerintahan dan hubungan masyarakat yang harmonis.

"Hal itu terlihat dari ragam hias seperti bentuk arsitektur, batik, makanan dan lainnya. Kita memang multi etnis dan justru meyakini untuk bersatu saling berdampingan. Kegiatan ini mengokohkan kembali jika Cirebon dan Indonesia itu damai," ujar Sultan Arief.

Di lain pihak, Ketua Pelaksana Kegiatan Yohanes Mulyadi mengatakan, belakangan karena kegiatan Pemilihan Umum 2019 memang terasa menghangat. Banyak terjadi ujaran kebencian, hoax atau kegiatan lain yang negatif sehingga memudarkan perdamaian.

"Tapi melalui kegiatan ini kita berharap Cirebon mewujudkan kedamaian untuk Indonesia. Peserta datang dari berbagai kalangan dan wilayah baik Cirebon, Kuningan, Indramayu, Majalengka, Karawang, Bandung dan lainnya," tandasnya. [yud]








Komentar Pembaca