Pigai: PKB Dan Golkar Berpotensi Merapat Ke Prabowo-Sandi

Politik  MINGGU, 24 MARET 2019 , 08:22:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Pigai: PKB Dan Golkar Berpotensi Merapat Ke Prabowo-Sandi

Natalius Pigai/net

RMOLJabar. Jika Prabowo Subianto terpilih menjadi presiden 2019, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Golkar berpotensi akan merapat ke koalisi pemenang Pilpres.

Hal itu diungkapkan anggota Komnas HAM Republik Indonesia periode 2012 - 2017, Natalius Pigai, seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (23/3).

Menurut Pigai, Jokowi sejatinya bukan orang NU, dengan menjadikan mantan Rois Aam NU Ma'ruf Amin sebagai Cawapres, Joko Widodo dinilainya telah mencomot dan ikut mendompleng suara dari ormas Nahdlatul Ulama (NU).

Jika kalah, lanjut Pigai, arus bawah warga NU akan mendesak PKB merapat ke Prabowo-Sandi.

"Yang dimaksud mencomot dalam KBBI itu bisa orang dan pikiran tidak hanya lambang-lambang. Jokowi mencomot atribut NU. Dia tidak punya darah biru, dia tidak punya darah NU, dia adalah seorang abangan," ujar Pigai.

Tak kalah penting, kata Pigai, Jokowi telah menghapus secara perlahan warisan dari Gus Dur ketika menjadi presiden. Contohnya, bebera kebijakan warisan Gus Dur telah dihapus pada era Jokowi.

"Jokowi juga membenamkan warisan-warisan Gus Dur, seperti merolling jabatan Panglima TNI, demokrasi, kebebasan pers, kebebasan sipil, pluralisme, karena itu PKB berpotensi akan cepat ikut. Apalagi kiyai NU banyak kan rata-rata pendukung Prabowo NU," papar Pigai.

Adapun, untuk partai Golkar, Pigai menyebut Golkar merupakan partai bersejarah dan menorehkan rekam jejak yang luar biasa. Apalagi, lanjut Pigai, pada Pilpres kali ini ponakan Jusuf Kalla yakni Erwin Aksa merupakan pesan tersirat dukungan dari Golkar kepada Prabowo-Sandi.

"Jadi, dua partai yang diperkirakan sudah akan gabung ke Prabowo pasca Pemilu itu adalah PKB dengan Golkar," demikian Pigai.[son]

Komentar Pembaca