KABUPATEN CIREBON

Gandeng Komunitas, Projo Berusaha Dongkrak Suara Jokowi-Amin

Politik  MINGGU, 24 MARET 2019 , 14:59:00 WIB | LAPORAN: AHYARUDDIN ASEP

Gandeng Komunitas, Projo Berusaha Dongkrak Suara Jokowi-Amin

Deklarasi Projo/RMOLJabar

RMOLJabar. Barisan Pro Jokowi (Projo) siap berjuang memenangkan paslon Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. Tak tanggung-tanggung, target kemenangan paslon nomor urut 01 itu di Kabupaten Cirebon yakni 70 persen.

Hal itu terungkap saat Deklarasi Projo untuk NKRI di Pasar Gaya Desa Wining, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Minggu (24/3).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Projo Kabupaten Cirebon, Kuni Buchori mengatakan, targetnya sangat realistis dan logis lantaran masyarakat mengakui keberhasilan kinerja Jokowi sejak menjadi Presiden. Untuk itu, pihaknya terus melakukan konsolidasi internal dan menggandeng beberapa komunitas yang ada di Cirebon untuk mendongrak suara Jokowi-Amin.

"Projo Kabupaten Cirebon sudah terbentuk dengan kekuatan 40 PAC, yang artinya hampir di seluruh Kecamatan ada kader Projo, ini akan kita manfaatkan untuk dapat mendongkrak suara," kata Kuni.

Kuni berharap seluruh anggota Projo dapat bekerja dengan maksimal untuk memenangkan Jokowi-Amin. Cara yang ditempuh diantaranya mendatangi pemilih di wilayahnya masing-masing.

"Dengan cara mendatangi langsung pemilih utuk mencari dukungan akan kami lakukan, ini cara efektif untuk mendongkrak suara," jelasnya.

Dikatakannya, Projo bukan merupakan organisasi politik. Projo sejak awal berdiri, fokus memenangkan Jokowi sebagai pemimpin negara tanpa berafiliasi dengan parpol manapun.

"Projo Kabupaten Cirebon tidak mengusung salah satu partai, namun fokus memenangkan pada pasangan nomer 01 Jokowi-Amin," tegasnya.

Selain pengurus DPC dan PAC Projo se-Kabupaten Cirebon, acara Deklarasi Projo untuk NKRI dihadiri Ketua DPD Projo Jawa Barat, Joni Suherman.

Joni menegaskan, saat ini musuh utama Jokowi-Ma'ruf Amin ialah hoax yang menyebar di masyarakat. Oleh sebab itu, Projo siap bekerja militan mencerdaskan masyarakat agar tidak mudah termakan isu hoax yang menyerang calon petahana itu.

"Untuk menghindari hoax kita membuat masyarakat pintar karena sekarang ini banyak hoax yang ingin memecah belah. Jadi kita usahakan semua door to door kita kasih pemahaman ke masyarakat bahwa sekarang ini musuhnya Jokowi itu hoax," pungkas Joni. [gan]

Komentar Pembaca