Buntut OTT Wisnu, Semua Jajaran Direksi Dan Komisaris PT KS Mesti Dicopot

Hukum  MINGGU, 24 MARET 2019 , 21:55:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Buntut OTT Wisnu, Semua Jajaran Direksi Dan Komisaris PT KS Mesti Dicopot

Ketua FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono/Net

RMOLJabar. Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, mendesak agar semua jajaran direksi dan komisaris PT Krakatau Steel (KS) dicopot sebagai buntut dari dugaan kasus suap, yang dilakukan oleh Direktur Teknologi PT KS Wisnu Kuncoro.

Begitu ditegaskan, Ketua FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/3). Menurut Arief, tidak mungkin sebuah kejahatan pengaturan proyek di BUMN hanya melibatkan satu direksi saja.

"Biasanya mereka ini berkomplot dan kebetulan saja mungkin yang Wisnu Kuncoro yang mendapatkan tugas dalam pengaturan pengadaan barang. Jika mulus tanpa ditangkap KPK, maka hasilnya dibagi bagi ke direksi lainnya," kata Arief, dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL.

Selain itu, kasus Wisnu juga menjadi bukti kegagalan dirut dan jajaran komisaris dalam mengelola Krakatau Steel yang profesional dan menganut tata kelola perusahaan yang transfaran dan bersih dari korupsi.

Terlebih PT KS merupakan BUMN yang sudah go public dan sistem pengadaan barang dan jasanya dilakukan secara transparan menggunakan e-Procurement. Sistem tersebut selama ini diyakini akan menyulitkan para tender untuk mengatur hasil lelang barang dan jasa.

"Menteri BUMN sudah dicoreng wajahnya. Jadi harus mencopot semua direksi dan komisaris PT KS. Segera gelar RUPS luar biasa dengan agenda mencopot semua direksi dan komisrais PT KS," tekan wakil ketua umum Partai Gerindra itu.

Sementara kepada para direktur utama dan direksi PT KS yang lain, Arief meminta untuk tidak berpura-pura kaget atas kasus Wisnu.

"Tapi harus intropeksi dan datangi KPK kalau memang tidak terlibat dalam kasus gratifikasi di pengadaan barang dan jasa," pungkasnya.

Dalam kasus ini, Wisnu resmi menyandang status tersangka. Dia diduga menerima suap pengadaan barang dan jasa di Krakatau Steel.

KPK menyebut Wisnu setuju dengan Alexander Muskitta dari pihak swasta yang menawarkan dua rekanan untuk mengerjakan dua proyek Krakatau Steel masing-masing Rp 24 miliar dan Rp 2,4 miliar.

Wisnu dan Alexander diduga sebagai penerima, sementara  Kenneth Sutardja (KSU) dan Kurniawan Eddy Tjokro (KET) alias Yudi swasta, diduga sebagai pemberi. Adapun Kurniawan Eddy Tjokro masih buron. [yud]

Komentar Pembaca
Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00