Jokowi Marah Difitnah 4,5 Tahun, BPN: Prabowo Sudah 21 Tahun Tetap Sabar

Politik  SELASA, 26 MARET 2019 , 10:03:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Jokowi Marah Difitnah 4,5 Tahun, BPN: Prabowo Sudah 21 Tahun Tetap Sabar

Jokowi-Prabowo/Net

RMOLJabar. Capres nomor urut 01 Joko Widodo, tidak layak untuk kembali menjadi Presiden di periode selanjutnya. Ketidaklayakan Jokowi tercermin dalam pidato keras di Stadion Kridosono Yogyakarta, Sabtu (23/3) lalu. Jokowi hanya mementingkan pribadinya ketika menghadapi berbagai serangan fitnah dan hoax.

Begitu disampaikan, Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sodik Mujahid dalam keterangan yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Senin (25/3).

"Makin menunjukan ketidaklayakan Jokowi sebagai pemimpin bangsa dan negara yang harusnya tabah, sabar, dan tahan terhadap aneka ragam fitnah, hoax, dan lain-lain dalam perjuangan," tekan Sodik.
 
Ketua DPP Partai Gerindra ini pun membandingkan sikap Jokowi dengan Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto yang dinilai lebih sabar menghadapi fitnah dan hoax yang menimpa. Tak tanggung-tanggung, Sodik menyebut jika Prabowo sudah difitnah selama 21 tahun lebih.

"Prabowo difitnah selama 21 tahun dan 2 kali kalah dalam perjuangan (Pilpres), akan tetapi jalan terus demi untuk perjuangan rakyat," kata Sodik, seperti dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL.

Selanjutnya, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini menilai, sebagai pemimpin harusnya Jokowi lebih banyak bersabar dan tidak mengatakan perkataan yang mengobarkan konflik dan perpecahan antarkelompok masyarakat.

"Harusnya dia (Jokowi) mampu mengesampaikan fitnahan untuk diri sendiri, selama fitnah dan ancaman tersebut bukan untuk negara, bangsa, dan rakyat Indonesia," ujarnya.

Dengan pernyataan tersebut, ia berharap masyarakat luas dapat memahami Jokowi belum layak jadi pemimpin bangsa ini.

"Semoga rakyat Indonesia makin memahami Jokowi yang belum berkelas sebagai pemimpin bangsa, memahami niat kerjanya yang bukan untuk negara dan bangsa, tapi untuk dirinya sendiri," pungkasnya. [yud]


Komentar Pembaca