Himpun Zakat Profesi ASN, Pemkot Cimahi Maksimalkan Raihannya

Sosial  JUM'AT, 29 MARET 2019 , 19:54:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

Himpun Zakat Profesi ASN, Pemkot Cimahi Maksimalkan Raihannya

ilustrasi/net

RMOLJabar. Jumlah zakat dan infak dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Cimahi yang terhimpun sepanjang tahun 2018 baru mencapai Rp 1,6 miliar. Jumlah itu belum optimal, mengingat belum seluruh ASN menjadi muzakki.

"Tahun kemarin Rp 1,6 miliar. Itu belum secara optimal, masih terus kita tingkatkan," terang Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Cimahi, Mardi Santoso saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Jumat (29/3).

Dikatakan Mardi, dalam setahun ini, memang ada peningkatan penerimaan zakat dan infak dari para ASN, dibandingkan saat awal-awal diberlakukan. Sebab, dari sekitar 4 ribu lebih ASN di Kota Cimahi, belum semuanya menjadi muzakki.

"Kalau pas awal-awal itu paling Rp 30 juta per bulan. Sekarang dari Januari-Februari sudah sekitar Rp 409 juta," bebernya.

Ditegaskan Mardi, tak ada paksaan bagi ASN apakah untuk memberikan zakat profesinya. Sebab, semuanya tergantung kemampuan dan keinginan ASN yang dituangkan dalam surat pernyataan kesediaan menjadi pemberi zakat atau muzakki.

"Dalam implementasinya ada semacam ijab qabul dengan membuat surat pernyataan. Misal, kalau sudah zakat di tempat lain, saya infak saja. Ada pilihan," ungkapnya.

Namun untuk meningkatkan jumlah penerimaan zakat profesi ini, pihaknya bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cimahi bakal terus mendorong ASN untuk ikut menjadi muzakki.

"Ini yang sedang kita dorong terus bagaimana bisa optimal zakat profesi. Kita terus lakukan sosialisasi. Sekarang kita akan garap PNS di lingkungan Dinas Pendidikan, kecamatan maupun Kemenag," katanya.

Pembayaran zakat dan infak ASN di Kota Cimahi mulai dilaksanakn tahun 2016. Landasannya adalah Undang-undang Nomor 23 Tahun 2001 tentang Zakat dan Peraturan Daerah (Perda) Kota cimahi Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Zakat, Infak dan Sodaqoh.

Implementasinya di Kota Cimahi, jelas Mardi, ASN diperbolehkan untuk memilih apakah akan memberikan zakat, infak atau sodaqoh. Selain itu, ASN juga berhak menentukan apakah akan dipotong dari gaji pokok atau dari Tunjangan Kinerja Daerah (TKD).

Salah satu syarat ASN yang masuk perhitungan sebagai pemberi zakat adalah yang memiliki penghasilan setara 8,5 gram emas dalam setahun.

"Untuk zakat profesi itu dipotong 2,5 persen dari penghasilan ASN," tandas Mardi.[son]



Komentar Pembaca