Diklaim Jokowi, Rachland Nashidik Buka-Bukaan KRI Ardadedali-404

Politik  MINGGU, 31 MARET 2019 , 14:21:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Diklaim Jokowi, Rachland Nashidik Buka-Bukaan KRI Ardadedali-404

Rachland Nashidik/Net

RMOLJabar. Keberhasilan pemerintahan di era Joko Widodo kembali cuman sekedar klaim. Seperti halnya Jokowi mengklaim kapal selam KRI Ardadedali - 404 sebagai buah keberhasilan pemerintahannya di sektor keamanan.

Klaim itu diucapkan Jokowi dalam debat keempat, Sabtu (30/3) malam. Sontak, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik buka suara tentang kapal selam KRI Ardadedali - 404.

"Pak @jokowi, Anda tidak bisa mengklaim kerjasama pembuatan kapal selam RI dengan Korsel sebagai bagian dari karya Anda," tulis Rachland melalui akun Twitternya.

Rachland mengingatkan bahwa sebenarnya pemesanan kapal selam sudah dimulai sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan dilanjutkan oleh Jokowi.

"Kerjasama yang melibatkan transfer of knowledge dan pembuatan kapal ketiga di PT PAL itu adalah buah kebijakan Pak SBY," tegasnya.

Dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL, kapal selam ini ternyata salah satu dari tiga kapal pesanan Indonesia dari Daewoo Shipbulding and Marine Engineering Co, Ltd (DSME), Korea Selatan.

Sebenarnya, kontrak pembelian tiga kapal dengan perjanjian transfer teknologi ditandatangani pada 2011. Namun pemerintah SBY ketika itu mengonfirmasi pembeliannya pada Februari 2014.

Dengan perjanjian, sebanyak dua kapal selam diproduksi di Korsel dan satunya lagi diproduksi di Galangan Kapal PT PAL (Persero), Surabaya, Jawa Timur. Kapal yang dipesan itu termasuk dalam bagian MEF yang dimulai sejak 2010.

KRI Ardadedali-404 sendiri tiba dari Korsel pada 17 Mei 2018. Kapal selam ini dilengkapi dengan peluncur torpedo yang mampu meluncurkan torpedo 533 milimeter dan sistem Air Independent Propulsion.

Ardadeli 404 memiliki bobot 1.280 ton saat muncul di permukaan dan bobot menjadi 1.400 ton saat menyelam.

Spesifikasinya secara umum serupa dengan Nagapasa-403. [gan]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Hadiri Peringatan HANI 2019

Hadiri Peringatan HANI 2019

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 04:46:00

Jokowi Dan Trump Berbincang

Jokowi Dan Trump Berbincang

SABTU, 29 JUNI 2019 , 14:47:00

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

Anak Pengungsi Dan Debu Jalanan

KAMIS, 11 JULI 2019 , 04:26:00