Gelar Pameran Ke-7, Beni Sampaikan Pesan Lewat Seni

Ragam  RABU, 03 APRIL 2019 , 12:50:00 WIB | LAPORAN: MAHARDIKA

Gelar Pameran Ke-7, Beni Sampaikan Pesan Lewat Seni

Pameran Gambar Karya Beni Sasmito/RMOLJabar

RMOLJabar. Karya seni dari seniman satu ini sangat unik. Sejak tahun 1998, dia mendapat pengaruh seni dengan memainkan bentuk estetika simbol yang terinspirasi dari simbol propaganda 'Negara Kiri', atau disebut juga negara Komunis.

Dia adalah Beni Sasmito. Seniman yang juga dosen Seni Rupa ITB ini kembali mengadakan sebuah pameran yang ke-7 di Orbital Dago dari tanggal 2 April sampai 15 April 2019.

Dalam pamerannya menunjukan gambar-gambar yang identik dengan huruf Rusia. Dimana menggunakan angka untuk menggantikan huruf, misalnya kata SELAMAT PAGI menjadi S3L4M4T P4GI.

"Dalam karya saya, saya menggunakan gambar Siluet foto saya sendiri, kemudian grafis yang memang terinspirasi dari grafis negara Komunis-Soviet, itu bukan berarti saya menggunakan pakemnya. Ya, kalau saya melihatnya seni yang saya suka, pun ada kaitannya dengan hal yang mempengaruhi khalayak banyak, itu lebih memberikan pesan agar kita menjadi orang yang lebih baik," papar Beni dalam pembukaan pameran di Orbital Dago, Jalan Rancakendal Luhun nomor 7 Kota Bandung, Selasa (2/4).

Saat melihat gambar karya Beni, akan terlihat ciri yang bermakna santai namun terdapat pesan positif, seperti D4T4NGL4H K4W4N! S3L4M4T P4GI.

Beni menjelaskan, gambar itu bertujuan untuk dirinya sendiri yang sedang berjuang untuk bersemangat bangun pagi dan mengajak kawan-kawannya untuk menjadi orang yang lebih baik.

Pada pameran tersebut, dihadiri juga Dosen Seni Rupa ITB yang juga sahabat yang mengenal perjalanan berseni Beni yaitu Agung Hujatnika. Kepada Kantor Berita RMOLJabar, Agung mengatakan bahwa Beni merupakan seniman yang konsisten.

"Perjalanan Beni sudah mulai dikenal pada tahun 1998, saya melihat tahun tersebut komunis di Indonesia sudah disterilkan. Namun Karya Beni di tahun itu lumayan mencuat pro dan kotra, karena tidak merasa ada kaitannya dengan paham komunis, karya terus bertahan sampai saat ini," jelas Agung.

Bagi Agung, karya seni Beni sudah memiliki penikmat dari semua kalangan mulai dari yang satu angkatan dengan Beni sampai generasi milenial, terlihat dari pengunjung pameran berasal dari Mahasiswa dan pelajar.

"Saya melihat penyampaian Beni dalam karyanya sangat sederhana, tak heran jika karya yang dihasilkan sekarang bisa diaplikasikan pada baju, dompet dan tas sangat menarik," ulas Agung. [aga]

Komentar Pembaca