KABUPATEN BANDUNG

Penuhi Hak Pendidikan ABK, Teh Nia: Kita Butuh Lebih Banyak PAUD Inklusi

Sosial  JUM'AT, 05 APRIL 2019 , 15:55:00 WIB | LAPORAN: DILA NASHEAR

Penuhi Hak Pendidikan ABK, Teh Nia: Kita Butuh Lebih Banyak PAUD Inklusi

Kurnia Agustina/dok

RMOLJabar. Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Bandung Kurnia Agustina berharap agar PAUD inklusi ikut dihadirkan oleh pemerintah diwilayahnya.

Hal itu, menurut Kurnia sebagai perhatian kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Sejauh ini sesuai catatannya PAUD inklusi termasuk di ibukota Soreang masih sedikit.

"Hadirnya PAUD inklusi tentu saja akan meningkatkan akses layanan pendidikan, khususnya untuk ABK. Selaras dengan program pembangunan SDM," ungkapnya.

Perempuan yang akrab disapa Teh Nia itu menilai keberadaan PAUD inklusi bukti bila pendidikan merupakan hak yang wajib didapat oleh seluruh anak, tanpa terkecuali.

"Fungsi PAUD itu harus terbuka bagi siapa saja, baik laki-laki atau perempuan, anak dengan kondisi tumbuh kembang normal, ABK atau perbedaan status lain," terangnya.

Anak-anak, lanjut Teh Nia, punya hak dan kewajiban yang sama dalam menentukan arah masa depan bangsa, salah satunya dengan mendapat pendidikan yang layak.

"Saya harap PAUD inklusi dihadirkan sesuai dengan kebutuhan. Karena mereka juga adalah anak-anak kita yang memang berhak menerima pendidikan yang layak," tuturnya.

Fenomena yang terjadi saat ini, kata Nia, dalam hal PAUD masih ada anak berkebutuhan khusus (ABK) belum terlayani pendidikannya dengan baik. Kadang ada sekolah menolak ABK.

"Harus diperbanyak pendidik dan Kepala Sekolah PAUD yang terlatih mengajar ABK. Perlu dilakukan peningkatan pemahaman konsep dan pentingnya layanan pendidikan inklusi oleh pengambil kebijakan," jelasnya.[son]

Komentar Pembaca