Jaga Integritas Pemilu, Masyarakat Diminta Aktif Awasi Kecurangan

Politik  RABU, 10 APRIL 2019 , 23:45:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Jaga Integritas Pemilu, Masyarakat Diminta Aktif Awasi Kecurangan

Fery Kurnia Rizkyansyah/RMOLJabar

RMOLJabar. Menjelang pemilihan umum serentak 2019, masyarakat diharapkan turut serta mengawasi pelaksanaan pesta demokrasi tersebut. Hal ini, didukung dengan kian masifnya penggunaan media digital yang bisa dijadikan alat pengawasan pelaksanaan Pemilu, sehingga pelanggaran bisa diminimalisir.

Begitu disampaikan peneliti dari lembaga kajian NetGrit, Fery Kurnia Rizkyansyah usai diskusi bertajuk Peran Sipil Society dalam Menjaga Integritas Pemilu 2019, yang digelar di Cudeto Cafe dan Resto, Jalan Cikutra No.187, Bandung.

"Yang menarik di Pemilu saat ini adalah dilaksanakan secara berbarengan antara Pileg dan Pilpres, sehingga saya pikir perlu menjadi perhatian untuk adanya proses penjagaan kemurnian suara yang ada di TPS-TPS," kata Fery, Rabu (10/4).

Tak hanya itu, lanjut Fery, pelaksanaan Pemilu yang berbarengan antara pemlilihan legislatif dan pemilihan persiden menjadi keunikan sekaligus tantangan tersendiri. Karena pengawasan tidak saja dilakukan Bawaslu tapi juga masyarakat dengan tupoksi yang berbeda.

Dirinya menjelaskan, NetGrit akan mengerahkan sejumlah relawan dari unsur masyarakat sipil untuk turut mengawasi Pemilu. Dengan metode unggah foto hasil hitungan suara diharapkan jumlah raupan suara bisa lebih terpantau.

"Jadi nanti relawan kami, bisa memotret dan langsung mengupload ke laman resmi kami. Saya kira metode ini baru dan sangat menjamin kemurnian data, tentu kita juga kordinasi baik pihak penyelenggara Pemilu," jelas Fery.

Fery menilai, saat ini masyarakat seringkali punya ke khawatiran adanya kecurangan terutama tahap lanjutan setelah penghitungan di TPS. Melalui metode unggah foto tersebut masyarakat bisa langsung melihat data pemungutan suara secara ril.

"Metode ini, bisa jadi satu patokan bagi kita agar betul-betul bisa menjaga suara, tidak ada unsur manipulasi apapun, bahkan kita ingin membantu KPU mengatasi khawatiran masyarakat terutama kaitanya dengan hitungan suara ditahap lanjutan," ungkapnya.

Bahkan, rencana jangka panjang NetGrit akan berkontribusi dalam merevisi undang-undang pemilu. Lantaran saat ini dinilai masih beberapa catatan.

"Kita akan tawarkan dalam proses revisi undang-undang ke depan supaya nanti pemilu itu lebih mudah lebih efisien," tandasnya.[son]

Komentar Pembaca
Gerbang DPRD Jabar Rusak

Gerbang DPRD Jabar Rusak

SELASA, 24 SEPTEMBER 2019 , 17:10:00

Bentrok Dengan Polisi, Puluhan Mahasiswa Luka Dievakuasi Ke UNISBA
IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

IMM Gelar DAD Di kampus STEBISMU Sumedang

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 22:53:00