Suara Keadilan Untuk Audrey Mengalir Dari Selebriti

Ragam  KAMIS, 11 APRIL 2019 , 10:27:00 WIB | LAPORAN: AGA GUSTIANA

Suara Keadilan Untuk Audrey Mengalir Dari Selebriti

Ifan Seventen Saat Menjenguk Aurdrey/Net

RMOLJabar. Kalangan selebritis ikut buka suara atas kasus 'bullying' hingga penyiksaan yang dialami oleh Audrey, Siswi SMP di Pontianak, oleh sekelompok pelajar SMA. Bahkan, ada seleb yang menjenguk Audrey, hingga ikut mengutuk para pelaku.

Seperti Ifan Seventen, yang menggunggah sebuah foto di Media Sosial saat dirinya menjenguk Audrey di RS Promedika, Pontianak. Vokalis tampan itu menitipkan pesan kepada Audrey supaya kuat dan menjadi penguat bagi korban 'bully' lainnya.

"InsyaAllah om Ifan bantu buat kakak-kakak yang nakal [para pelaku] ke Audrey, biar mendapatkan hukuman yang seadil-adilnye," kata Ifan.

Audrey pun mengungkapkan tak ingin mukanya disamarkan. Hal itu bertujuan untuk menujukan bahwa ia kuat menghadapi cobaan yang menimpanya.

Tak hanya ifan, Seleb media sosial, Awkarin pun mengungkapkan akan berencana menjenguk Audrey.

"Doakan ya, jika diberi kesempatan dan waktu, aku akan ke Pontianak. Memperjuangkan hak Audrey dan hak asasi wanita," kata Awkarin dalam unggahan Story di akun Instagram miliknya.

Lalu ada Aktris Hannah Alrashid. Hannah ikut mengunggah melalui unggahan Story di Instagram tuntutan kepada pemerintah dan pihak kepolisian dalam menyelesaikan kasus Audrey.

"Menuntut negara hadir memenuhi hak pemulihan bagi Audrey. Menuntut kepolisian mengadili pelaku sesuai hukum berlaku, melakukan rehabilitasi sebagai individu di bawah umur agar tak melakukan kekerasan lagi di kemudian hari," tulis pernyataan itu.

"Menuntut masyarakat untuk berhenti memandang perundungan pada remaja sebagai hal yang biasa-biasa saja. Perundungan adalah bagian dari rantai kekerasan dalam sunyi. Jangan diam. Segera putus rantai kekerasan sebelum lebih banyak lagi Audrey yang lainnya," lanjut pernyataan tersebut.

Musisi Jerinx 'Superman Is Dead' bahkan terlihat geram saat dirinya melihat unggahan video para pelaku yang tak menunjukkan rasa bersalah saat dibawa ke kantor polisi. Jerinx pun menyumpah para pelaku tersebut.

"Ignorant spoilt brats will burn!" kata Jerinx.

Komentar lainnya datang dari Anggun. Penyanyi ini mengatakan masyarakat kini mesti belajar berempati dan tidak menganggap keberingasan remaja sebagai hal yang normal.

"Sudah saatnya kita belajar tentang empati. Para pelaku masih remaja tapi keberingasan mereka menunjukkan bahwa kejahatan yang dibiarkan akan dianggap normal. Semoga hukum di Indonesia akan memberi keadilan untuk Audrey dan hukuman terhadap para pelaku, siapapun mereka," kata Anggun.

Suara lainnya dari pesohor sekaligus aktivis sosial dan lingkungan Melanie Subono. Tak seperti kebanyakan netizen yang mengunggah poster bertuliskan #JusticeforAudrey, Melanie justru menyatakan pendapat yang berbeda.

Menurut Melanie, kasus yang terjadi pada Audrey juga terjadi dalam keseharian dan di lingkungan terdekat. Justru, kampanye anti perundungan menurut Melanie adalah hal yang mesti dilakukan saat ini alih-alih sekadar unggah poster.

"Tidak posting poster yang sama bukan berarti tidak mengawal kasus .... Sementara waktu, sudahkah kalian STOP bullying di tetangga kalian? atau masihkah kalian terlibat produksi sinetron dll yang juga nayangin Bully?? Pernah di bayangkan rasanya jadi Audrey yang jadi tontonan sekarang ini?" kata Melanie.

Seperti diketahui, Audrey dikeroyok oleh tiga siswi SMA yang dibantu oleh sembilan siswi lainnya dari berbagai sekolah di Pontianak karena masalah asmara dan saling komentar di media sosial.

Para pelaku menjemput Audrey di rumahnya pada 29 Maret lalu. Korban kemudian di bawa ke Jalan Sulawesi dan dianiaya di sana. Korban kembali dianiaya di Taman Akcaya.

Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Eka Nurhayati Ishak mengatakan berdasarkan aduan dari korban yang didampingi langsung oleh ibunya, korban mengalami kekerasan fisik dan psikis, seperti ditendang, dipukul, diseret sampai kepalanya dibenturkan ke aspal.

"Dari pengakuan korban, pelaku utama penganiayaan ada tiga orang, sedangkan sembilan orang lainnya hanya sebagai penonton," kata Nurhayati seperti dilansir dari CNN Indonesia. [aga]

Komentar Pembaca
Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

Kemesraan Jokowi-Prabowo Belum Berlalu

SENIN, 15 JULI 2019 , 14:53:43

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

Lebih Baik Prabowo Mati Daripada Berkhianat

JUM'AT, 12 JULI 2019 , 14:15:15

Jokowi Jangan Beli Kucing Dalam Karung

Jokowi Jangan Beli Kucing Dalam Karung

KAMIS, 11 JULI 2019 , 17:38:25

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

Shalat Jenazah Ustadz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 02:38:00

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

Mantan Kasal Shalat Ied Di Banuraja

RABU, 05 JUNI 2019 , 13:39:00

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

Jembatan Terpanjang Se-Asia Tenggara

SELASA, 11 JUNI 2019 , 23:16:00