Ribuan Guru Honorer Di Purwakarta Didaftarkan BPJS-TK

Pemerintahan  KAMIS, 11 APRIL 2019 , 19:48:00 WIB | LAPORAN: YUSLIPAR

Ribuan Guru Honorer Di Purwakarta Didaftarkan BPJS-TK

Guru honorer di Purwakarta didaftarkan BPJS TK /RMOLJabar

RMOLJabar. Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta mendaftarkan sekitar 3.180 guru honorer sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto menyebutkan, hal tersebut sebagai bentuk perhatian Pemda Purwakarta atas kesejahteraan guru honorer.

"Kami memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan kepada guru honorer. Karena risiko sosial, khususnya saat bekerja, bisa menimpa siapa saja dan kapan saja," kata Purwanto di Bale Guru Linuhung Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Kamis (11/4).

Karenanya, sambung dia, Disdik berinisiatif memberikan perlindungan kepada 3.180 guru honorer tersebut. "Untuk iurannya sudah dianggarkan melalui APBD. Jadi semuanya dibayarkan Pemda Purwakarta," ujarnya.

Sebelumnya, kata Purwanto, sebanyak 430 guru honorer K2 juga sudah didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan. "Iurannya pun dibayarkan Pemda Purwakarta. Termasuk para penjaga sekolah yang berstatus honorer juga kita daftarkan," ucapnya.

Perhatian Pemda Purwakarta terhadap para guru honorer ini mendapatkan apresiasi langsung dari Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan, Eko Daryanto. Ia menilai kebijakan Pemda Purwakarta bisa menjadi contoh daerah lain.

"Sebenarnya hal seperti ini bisa diaplikasikan di seluruh daerah. Namun bergantung pada sejauh mana pengetahuan kepala daerah tentang manfaat BPJS-TK," ujarnya di lokasi yang sama.

Lebih lanjut Eko menyebutkan, saat ini ada 132 juta tenaga kerja. 50 juta diantaranya merupakan tenaga kerja formal yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS-TK.

"Tantangannya justru ada di tenaga informal. Sektor ini yang terus kita dorong. Di Purwakarta misalnya, menyasar para penyuluh keagamaan, perangkat desa hingga tingkat RW dan RT, bahkan linmas. Ini sudah sangat baik," ucapnya.

Senada, Kepala BPJS-TK Purwakarta, Didi Sumardi menyambut baik langkah Pemda Purwakarta, dalam hal ini Dinas Pendidikan, yang telah mendaftarkan guru honorer sebagai peserta BPJS-TK.

"Iurannya khusus, yakni Rp13.000 per guru. Diikutkan ke dalam dua program, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm). Perhitungannya JKK sebesar 0,24 persen upah dan JKm 0,3 persen upah. Semuanya dibayar pemda," ujarnya.

Didi berharap dengan menjadi peserta BPJS-TK, para guru honorer dapat bekerja lebih nyaman. "Termasuk memberikan kesejahteraan bagi guru dan keluarganya," kata Didi. (din)



Komentar Pembaca