Konsumen Berita Di Jabar Luar Biasa, Media Harus Cepat Dan Akurat

Pemerintahan  JUM'AT, 12 APRIL 2019 , 14:06:00 WIB | LAPORAN: RIZAL FADILLAH

Konsumen Berita Di Jabar Luar Biasa, Media Harus Cepat Dan Akurat

Ridwan Kamil bersama para pemred se Jawa Barat /RMOLJabar

RMOLJabar. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menggelar silaturahmi bersama pemimpin redaksi (Pemred) media se-Jawa Barat, bertempat di kafe Nara Park, Jalan Rancabentang Ciumbuleuit, Kota Bandung.

Digelar untuk kali pertama, ajang silaturahmi bertajuk Forum Pemred tersebut bertujuan untuk mengurangi adanya simpang siur informasi mengenai sejumlah isu di Jabar.

"Kita menyadari Jawa Barat yang penduduknya hampir 50 juta adalah konsumen berita yang luar biasa. Tentu butuh akurasi dan kecepatan berita yang menjadi kebutuhan media. Ada harapan dari pemimpin-pemimpin redaksi agar hal ini kita sempurnakan," ucap Emil, sapaan akrabnya, Jumat (12/4).

Dalam pertemuan tersebut, para pemred melontarkan pertanyaan, maupun masukan terkait pemberitaan di wilayah Pemprov Jabar, khususnya pada sosok Emil sebagai tokoh kepala daerah. Salah satunya mengenai eksklusifitas dan akurasi yang dibutuhkan media dalam memproduksi berita.

Hal tersebut dirasa dapat dijaga apabila Emil menginformasikan hal yang akan dilempar ke publik via unggahan media sosial ke wartawan terlebih dahulu, agar masyarakat dapat menelan informasi secara lebih utuh.

"Contohnya postingan dari Pak Gubernur tentunya diprioritaskan di share dulu ke kalangan media sebelum di posting di akun pribadi sehingga masyarakat tetap mengonsumsi informasi utamanya melalui media utama. Kita perbaiki," katanya.

Di samping itu, Emil juga berpesan pada media untuk meliput Pemilu 2019 yang akan berlangsung dalam hitungan hari dengan berimbang.

"Saya menitipkan di sisa waktu Pemilu, Jabar betul-betul tenang. Hindari pemberitaan yang bisa menimbulkan multi persepsi atau keresahan, karena kita harus jaga betul transisi kekuasaan ini supaya aman, damai, lancar," ungkapnya.

Rencananya, Forum Pemred ini akan diagendakan rutin per tiga atau dua bulan sekali. Hal serupa juga diselenggarakan di tingkat kepala daerah se-Jabar.

"Tujuannya untuk memastikan tidak ada miskomunikasi, karena problem kita kadang-kadang bukan punya tidak punya uang atau tidak punya ilmu, tapi seringkali salah ambil keputusan karena informasi yang masuknya kurang tepat atau keliru," pungkasnya. (din)



Komentar Pembaca