KABUPATEN BANDUNG BARAT

Jelang Ramadan, PDAM Waspadai Kebocoran Pipa Air

Peristiwa  SELASA, 16 APRIL 2019 , 23:50:00 WIB | LAPORAN: TRI JUNARI

Jelang Ramadan, PDAM Waspadai Kebocoran Pipa Air

Ilustrasi pipa PDAM/Net

RMOLJabar. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bandung Barat, PT Perdana Multiguna Sarana (PMgS) terus mengintensifkan pengecekan jalur pipa air, khususnya di titik rawan kebocoran seperti di Desa Tanimulya dan Desa Cilame Kecamatan Ngamprah.

Di area tersebut menjadi rawan kebocoran pipa lantaran tekanan dan kapasitas air yang tinggi serta kontur tanah yang menurun. Pengecekan ini dilakukan sebagai persiapan pelayanan menjelang bulan ramadan.

Manager Perencanaan PT PMgS, Yovita Yulia Dewi menyatakan, pengecekan pipa air sebetulnya sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan oleh petugas. Khusus menghadapi bulan ramadan serta libur panjang lebaran nanti, pihaknya akan mengintensifkan pengecekan pipa di sejumlah titik.

"Untuk menjamin pelayanan selama ramadan hingga libur panjang lebaran, petugas kami akan terus memantau di lapangan, terutama di titik rawan terjadinya kebocoran pipa yang bisa mengganggu pelayanan,” kata Vita sapaan akrabnya didampingi Manager Umum dan SDM, Mohamad Arip saat ditemui di kantornya, Selasa (16/4).

Vita menjamin, layanan kepada masyarakat tak akan ada kendala lantaran petugas selalu bergerak cepat dalam menangani bila terjadi kebocoran di lapangan. Para petugas selalu bersiaga dan selalu memantau setiap laporan yang masuk dari pelanggan.

"Jumlah petugas khusus perbaikan pipa ini ada lima orang. Ketika ada laporan kebocoran kami jamin sehari sudah beres diperbaiki. Sementara untuk petugas yang selalu melakukan patroli di lapangan ada dua orang dan setiap hari berkeliling. Termasuk nanti pas libur lebaran ada jadwal piket yang selalu berjaga, termasuk menyiapkan segala sarana prasarana serta barang yang dibutuhkan untuk perbaikan jalur pipa,” sebutnya.

Menurut dia, persiapan menghadapi ramadan dinilai penting lantaran tingkat konsumsi air mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan di luar ramadan. Hal itu dikarenakan faktor penggunaan air untuk ibadah khususnya di masjid cukup tinggi.

"Seperti ada salat tarawih pasti berdampak pada penggunaan air lebih banyak. Sebaliknya untuk konsumsi air rumah tangga biasanya masih normal,” katanya.

Tak hanya persiapan menghadapi ramadan, kata dia, hal yang harus diantisipasi juga ketika menghadapi peralihan ke musim kemarau. Menurutnya, sampai saat ini belum bisa diprediksi apakah pada ramadan akan kemarau panjang atau masih tetap turun hujan.

"Namun kami pastikan sampai saat ini debit air masih normal diangka 50 liter per detik, artinya masih tinggi. Kita juga memang mengantisipasi menghadapi peralihan ke musim kemarau agar air tetap aman,” ungkapnya.

Vita menyebutkan, jumlah pelanggan air sampai saat ini mencapai 4.300 sambungan rumah (SR) yang bersumber dari dua mata air, mulai dari Sungai Cijanggel di Kecamatan Cisarua dan Sungai Cibanteng di Kecamatan Cikalongwetan.

"Kuota kita sebenarnya sampai 5.000 pelanggan dengan dua mata air tersebut, sehingga kami pastikan distribusi air ke pelanggan masih aman. Kami juga terus mendorong agar jumlah pelanggan bisa terus bertambah setiap tahunnya,” terangnya. [gan]

Komentar Pembaca